
Misteri – Seorang pria sebut saja Gading (34) asal warga Alas Roban Batang, Jawa Tengah. Aktivitas sehari-harinya di bidang transportasi dan mengaku mengalami seperti ditarik oleh wewe gombel yang akhirnya terjatuh dan mengalami, koma selama 3 hari.
Dari situlah kisah ini bermula ya jadi Apa yang dirasakan ketika dalam keadaan koma, menurut Gading Alas Roban keadaannya masih tetap angker hingga saat ini, dilansir dari channel YouTube @malam mencekam diunggah pada 10 Desember 2023.
Maka siapapun yang melewati banyakin Dzikir, dan tetap waspada. Ia waktu itu kejadiannya di alas Roban ya itu ngelihat wewe gombel atau gimana penampakannya iya terlihat jelas. Ucap Gading
Waktu kejadian itu di tahun 2010, pertama kali saya kerja Garment konveksi buat pewarna celanan di tempatkan di Pekalongan. Kemudian, celana yang dari konveksi saya ambil untuk di bawa ke pabrik buat diwarnain. Kata Gading
” Bersama Agus supir saya, seperti biasa siang hari, saya bertindak di bidang transportasi dengan ambil barang dari satu tempat ke tempat yang lain.”

Gading Melihat Sesosok Wewe Gombel

Sampai malam hari saya ambil barang di wilayah Desa Krengseng, Batang. ” Saya ambil barang menggunakan mobil pick-Up dengan kapasitas gede karena muatan banyak lebih tepatnya L300.”
Sekitar pukul 01.30 dini hari bekerjaan selesai, saat akan pulang dengan melewati jalur yang sama pada saat siang dan jalur ini terkenal angker di desa tersebut.
Saya sempat tengok kanan kiri dengan melewati hutan jati dan kebun tebu dan tidak ada satupun rumah warga.
Saat itu mobil terasa oleng, saya tanya ke supir saya Agus, ” Gus gus, mobil gak enak kenapa ya ?, kita pun akhirnya turun untuk mengecek dan benar ternyata ban belakang bocor”.
Lebih lanjut, ” Untung kita bawa Ban serep, akhirnya kita satu persatu barang muatannya kan dan dongkrak Ban”. Saat ganti Ban selesai, barang muatan kita naikan lagi.
Namun saat saya ikat barang muatannya, ada suara perempuan manggil nama saya ” Gading, Gading, Gading ” (desusan). Tak kira Agus yang manggil ternyata bukan, dua kali nama itu manggil nama saya Gading… Gading.
Karena saya penasaran saya nengok ke belakang, bener bener itu wujudnya perempuan dan mukanya cuman nutupin rambut sebatas muka ke mata.
Bawanya sih ujungnya gede mas, bawahnya udah gede lebih gede dari laki-laki. Bedanya ini bisa di karungin dadanya, sangat gede panjang lebar disaat waktu saya selesai mau ikat itu kaki saya berasa ada yang narik.
Kepala Gading Terkena Besi Karena Terjatuh Dan Koma

Besi yang di samping mobil yang buat ikat barang sepanjang (Jari telunjuk) nancap di belakang kepala saya. Hingga saat ini belakang kepala tuh, ada kayak bekas yang kena besi untuk ikat tali di mobil L300.
Saat itu sayang udah gak bisa apa – apa, saya denger Agus nih bilang kenapa Ding…kanapa Ding ? Cerita Agus, cuman saya nggak bisa respon ke dia.
Gading Di Rawat Di RSUD Kalisari Batang

Akhirnya saya dibawa ke Puskesmas, karena pendarahan di kepala dari pihak Puskesmas menganjurkan untuk dibawa ke rumah sakit. Waktu itu, dirumah sakit Kalisari RSUD rumah sakit Umum Daerah Kalisari Batang.
Saat dirawat ibu saya nangis di samping saya, saya tahu itu tangisan Ibu, saya tahu itu tangisan ayah. Saya cuman mata sudah nggak bisa buka,
Berharap saya masih bisa menggerakkan tangan, untuk menggenggam tangan Ibu ” Saya mau bilang sekata pun enggak bisa, dan Saya dengar suara Orang waktu itu, (” Kamu ke sini”).

Ternyata, Gading Masuk Di Alam Ghaib
Saat itu, tempatnya semacam ruang terbuka ada pohon juga pohonnya nggak ada daunnya.
Hanya ada satu sumur di situ buat minumnya jadi minum udah nggak di kelas minum itu ngambil dari sumurnya langsung disuguhkan dan di situ saya nggak pernah lihat matahari.
Suasananya sore malam suasananya sama ada siang ada malam nggak ada samar jadi seperti mau magrib redup, ketika mau petang aja saya ngelihat sosok seperti saya sosok (manusia) dan dia nangis di pojokan.
Kemudian saya datangi dia saya tanya siapa kamu saya melihat wajahnya saya ingat lagi, ini teman saya ini namanya si Supriadi.
Supriyadi itu satu kerjaan dengan saya cuma kita kadang beda sift, saya nanya ke dia kenapa kamu di sini seinget Supriyadi waktu itu pengen bayarin kambing karena satu minggu lagi mau nikah itu penuturan dari si Supriyadi, Imbuh Gading.
Lebih lanjut Gading menceritakan apa yang di ceritakan Supriyadi, ” Saya mau menikah saya minta izin sama bos dan minta bon untuk genapin bayar kambing 1,5jt waktu itu.
Supriyadi mengatakan kalau dia tiba tiba dikasih sama bosnya itu 4 juta, saya cuman mau kasbon Rp. 1.500.000 kenapa dikasihnya 4 juta, ” Nggak papa ini buat kamu” Kata Bosnya.
Disana Supriyadi pun mengatakan akan menganti uang tersebut kepada si Bos, tetapi tidak boleh. Kemudian Supriyadi pinjam motor untuk menuju lokasi kambing yang akan di belinya.
Saat sore sekitar jam 16.00 sore, Supri pun bertujuan untuk berangkat kerja Sift sore. Saat menuju motor, mesin belum dinyalakan dia baru pegang itu dia langsung seperti orang kesetrum.
Jatuhlah dia sama kejadiannya, persis sama kejadiannya seperti apa yang saya alami saat terbentur kepalanya.
Di tempat alam itu, saya berpikir kok banyak orang laki-laki dan masih seumuran dengan saya. Ada apa, tanya Gading ?
Disana juga gak ada orang tua yang lewat enggak pernah ada ibu-ibu, yang ada semuanya laki-laki perjaka umur di bawah 25 tahun.
Apa mereka ini yang melakukan kesalahan atau tumbal, bisa dikatakan seperti sebagai tumbal. Salah satu contoh seperti Supriyadi, yang udah menerima uaang.
Berbeda dengan kasusnya saya, kalau saya belum menerima uang saya cuman bekerja di situ sebagai kernet yang mengambil barang terusan saya setorin ke bos saya di situ cuman waktu itu memang saya belum menikah umur saya waktu itu masih 21 tahun. Ungkap Gading
Di Alam Ghaib Mie Instan Sebesar Jari Jempol Tangan
Sama seperti di alam kita ada waktu makan cuman setelah makan kita dipekerjakan, cara mengantarkan makanan ada dua orang badannya tinggi besar kaki kecil tinggi panjang dari batas pinggang atas dia besar sekali itu wujudnya.
Disana dipaksa kami makan menunya sama menunya sama dari hari ke hari saya sempat makan tiga kali, waktu saya makan di situ yang disuguhkan pun sama mie tetapi ini mie segede jempol tangannya segede jempol tangan dan itu sama sekali nggak ada rasa.
Disana kita bekerja yang dikerjakan buat menggali sumur jadi di situ ada sumur, setiap harinya digali sudah diambil airnya Karena airnya tuh setiap diambil kering.
Wewe gombel itu muncul lagi disana cuma buat ngelihat hasil yang sudah dikerjakan oleh para tumbal.
Di Alam Gaib Itu Mereka Dalam Keadaan Sadar
Jadi mereka semua sadar sama seperti saya dan mereka bisa komunikasi, dan hanya dipekerjakan dan ini bukan tempatnya. Mereka cuma ingin untuk pulang, tapi mereka enggak bisa dan bingung.
Gading Teringat Dengan Sang Kakek (Almr.)
Saya sadar dan tiba tiba teringat kakek saya, belaiu sudah lama almarhum. ” Saya mengatakan kek saya butuh pertolongan, selang berapa berapa Jam.
Saat itu dia datang wujud kakek wujud kakek bener itu masih kakek saya itu benar gimana perwujudannya perwujudannya seperti yang dulu rambutnya putih cuman mengenakan sorban, jenggotnya putih dan itu kakek saya pakai baju itu pakai baju seperti semasa waktu masih hidup dan pakai Koko.
Kakek disana hanya bilang banyakin Istighfar, saat saya baca istighfar beberapa kali. Dua penjaga berbadan besar yang juga pengawal dari wewe gombel, mereka menghampiri saya.
Pengawal Wewe Gombel itu mengatakan ” Siapa yang baca istighfar, sudah saya katakan ini kamu sudah bekerja di sini dan jangan pernah kabur dari sini itu kata dua pengawal. Cerita Gading
Jadi makin saya banyak istighfar dia semakin marah saya tetap percaya tangan kanan saya ini ditarik oleh kedua pengawal ini, dan tangan kiri saya di pegang oleh kakek saya. ” Dia nggak layak tinggal di sini dia tidak salah apapun dia tidak menikmati uang yang mereka peroleh.
Saat itu datanglah ratu wewe gombel ” Kamu datang ke sini bukan keinginan saya apa yang kamu perbuat kamu jangan pernah menghalangi pekerja saya” tanya Wewe Gombel itu kepada kakek.
Disitulah, saya banyakin istighfar banyakin istighfar dan mereka tiba terpental, saya baca ” Astagfirullah Hal adzim la Haula wala Quwwata illa Billa hal aliyil adzim” saat mereka terpental dan tangan saya sebelah kiri berhasil ditarik oleh kakek saya.
Saat itulah saya sadar, dan ternyata sudah 3 hari itu koma. Saat tangan saya ditarik kakek saya itu hanya melewati pembatas kain saja ternyata.
Tapi Alhamdulillah, saya berasa tangan mulai gerak cuman mata saya belum belum sepenuhnya setelah dhuhur saya baru sadar.
Saya dirawat di rumah sakit selama 2 hari dan akhirnya dibawa pulang. Karena saat itu dokter sudah menyatakan bahwa saya koma, akhirnya keluarga memutuskan membawa saya kerumah.
Saat itu saya tanya kepada keluarga apakah pihak perusahaan ada yang datang, jawab ibu ” tidak ada “.
Sementara disaat saya mau resign saya datang ke bosnya di pabrik ini bukan pabrik sebenarnya sih, jadi di pojokan kamar mandi pabrik itu ada sajen baru ketahuan di atas kamar mandi temboknya atas itu pasti ada tiga rokok , daun sirih sama inang Jambe.
Kisah cerita diatas, dilansir dari Chanel YouTube @malammencekam, dan merupakan kisah nyata yang di alami oleh narasumber yakni Gading asal Alas Roban Batang.
Hingga Kamis, 14 Desember 2023. Video yang di unggah Chanel YouTube @malam mencekam, pada 10 Desember 2023 tersebut, telah berhasil ditonton sebanyak 137.659, Suka 3 ribu dan 256 Komentar.
Masih banyak cerita mistis – mistis lainnya, jangan lupa tonton video lengkapnya di Chanel YouTube @MalamMencekam.









Tinggalkan Balasan