Probolinggo, CMI News – Kabar duka menyelimuti keluarga besar Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Timur. Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Jawa Timur, Taufik Hasyim (43), bersama istrinya, Amiratul Mawaddah (29), meninggal dunia dalam sebuah kecelakaan lalu lintas tragis di Tol Pasuruan-Probolinggo (Paspro) Km 835+600, tepatnya di Wonoasih, Kota Probolinggo. Insiden memilukan ini terjadi pada Sabtu dini hari, sekitar pukul 02.00 WIB.
Kecelakaan maut itu bermula ketika mobil Toyota Innova Zenix bernomor polisi N-1086-EL yang ditumpangi Taufik Hasyim dan keluarga melaju dari arah Pasuruan menuju Kabupaten Probolinggo. Pengemudi mobil, Moh Sholehoddin (26), diduga mengalami microsleep atau kondisi mengantuk berat, sehingga kendaraannya hilang kendali dan menabrak bagian belakang truk tronton Mitsubishi bernomor polisi DK-8348-CT yang dikemudikan oleh Siswoyo (25).
Akibat benturan keras tersebut, Taufik Hasyim, yang juga menjabat sebagai Ketua PCNU Pamekasan, dan istrinya, Amiratul Mawaddah, meninggal dunia di lokasi kejadian. Jenazah keduanya langsung dievakuasi.
Selain korban jiwa, kecelakaan ini juga menyebabkan beberapa penumpang lain mengalami luka-luka. Pengemudi Innova, Moh Sholehoddin, saat ini sedang menjalani perawatan intensif di RSUD Ar-Rozzy, Kota Probolinggo.
Sementara itu, tiga penumpang lain yang merupakan anak-anak, Moh Syakir (7), mengalami luka ringan, sedangkan Muhammad Ali (4) dan Siti Sulaiha (21) dilaporkan selamat dengan hanya mengalami luka ringan. Mereka juga saat ini sedang mendapatkan penanganan medis di RSUD Ar-Rozzy.
Dugaan awal kepolisian menyebutkan bahwa penyebab utama kecelakaan ini adalah microsleep yang dialami pengemudi Innova. Berdasarkan olah tempat kejadian perkara, posisi truk tronton berada di jalur lambat, dan mobil Innova menabraknya dari belakang.
Kecelakaan ini menjadi pengingat penting akan bahaya berkendara dalam kondisi lelah atau mengantuk, terutama di jalan tol yang memungkinkan kendaraan melaju dalam kecepatan tinggi.
Semoga almarhum Taufik Hasyim dan Amiratul Mawaddah mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan. Semoga korban luka-luka segera pulih dan dapat kembali beraktivitas.



















