
PEMALANG, CMI News – Kasus dugaan perundungan (bullying) berujung maut yang menimpa seorang siswa kelas 2 di SD Negeri Kebondalem 01, Kecamatan Pemalang, Kabupaten Pemalang, mendapat perhatian serius dari tingkat pusat.
Anggota DPR RI Komisi VI dari Fraksi PKS Daerah Pemilihan (Dapil) X Jawa Tengah (Pemalang, Pekalongan, dan Batang), Rizal Bawazier, melayangkan respons keras dan keprihatinan mendalam atas tragedi kemanusiaan yang mencoreng dunia pendidikan tersebut, Senin (3/10/2026).
Rizal Bawazier menegaskan bahwa peristiwa memilukan ini harus menjadi yang terakhir kalinya terjadi, baik di Kabupaten Pemalang maupun di seluruh wilayah pemilihannya (Pemalang, Pekalongan, dan Batang).
Dengan nada tegas, ia menyatakan tidak akan tinggal diam jika ditemukan adanya unsur kelalaian atau pembiaran dari pihak institusi pendidikan. Ia bahkan siap melangkah langsung ke tingkat kementerian demi menuntut akuntabilitas.
“Jika terbukti ada pembiaran, saya akan langsung meminta Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah untuk bertindak tegas. Pecat kepala sekolah serta jajaran dinas pendidikan yang lalai!” ujar Rizal memberikan peringatan keras.
Menurut Rizal, menjaga keselamatan mental dan fisik anak didik di lingkungan sekolah adalah tanggung jawab mutlak yang harus dipikul bersama oleh pihak sekolah, dinas pendidikan, hingga para orang tua wali murid.

Ia berharap penyelesaian kasus ini tidak berhenti pada perdebatan antara keluarga korban dan pihak sekolah semata. Seluruh rangkaian insiden harus ditelusuri secara mendalam dan terbuka agar keadilan dapat ditegakkan serta fakta sebenarnya terungkap secara transparan.
“Saya tegaskan, saya ingin sekolah-sekolah menjadi tempat yang aman bagi semua anak-anak didik dan orang tua wali murid juga nyaman menyekolahkan anaknya di sekolah tersebut,” pungkasnya.
Tim CMI News berkomitmen untuk terus mengawal perkembangan penanganan kasus ini hingga tuntas demi menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, bersih dari perundungan, dan berkeadilan di Kabupaten Pemalang.








