Alih-alih mendapatkan solusi, MDN keluarga korban justru terlibat perdebatan sengit dengan Kepala Sekolah. Dalam video tersebut, kepala sekolah (CS) terlihat menunjuk-nunjukan jari berbicara dengan nada tinggi, yang mungkin dinilai tidak pantas untuk seorang pemimpin apalagi di lingkungan pendidikan.
Ia bahkan menantang balik keluarga korban untuk melaporkan insiden ini ke Dinas Pendidikan.
Sikap Arogan yang Menjadi Sorotan
Sikap kepala sekolah (CS) yang menantang keluarga korban dengan ucapan, “Apen wong Kebondalem apa se-Indonesia ‘Ora Wedi” (Mau orang Kebondalem atau orang se-Indonesia, saya tidak takut) menuai banyak kecaman.
Hal ini memicu pertanyaan tentang profesionalisme dan etika seorang kepala sekolah yang seharusnya menjadi contoh bijak dan memberikan solusi, bukan malah menunjukkan arogansi.
Menanggapi kejadian ini, Kabid SD dinas pendidikan Pemalang yakni Shokhaeron Dinas Pendidikan Pemalang saat dikonfirmasi CMI News, mengatakan ” Bahwa kedua belah pihak orang tua sudah dipertemukan termasuk Kepala sekolah.”













