Pemalang, CMI News – Sebuah video yang memperlihatkan dugaan sikap arogan Kepala Sekolah SDN 1 Kebondalem, Pemalang, berinisial CS menjadi sorotan publik. Insiden ini terjadi saat ia menghadapi keluarga dari seorang siswa yang diduga menjadi korban kekerasan fisik saat kegiatan kemah sekolah.

Kejadian ini bermula dari diduga perkelahian antarsiswa saat kemah, ditendang yang mengakibatkan seorang siswa mengalami mimisan dan luka gigitan.

Bekas luka gigitan korban, atas dugaan perkelahian sesama teman siswa

Dalam video tersebut, Pihak sekolah (CS) menyampaikan sudah mempertemukan orang tua korban dan orang tua yang bersangkutan.

 

Namun, salah satu keluarga korban (MDN) merasa penjelasan yang diberikan pihak sekolah tidak memuaskan dan memutuskan untuk kembali ke sekolah bersama satu rekannya guna mencari kejelasan lebih lanjut.

 

Alih-alih mendapatkan solusi, MDN keluarga korban justru terlibat perdebatan sengit dengan Kepala Sekolah. Dalam video tersebut, kepala sekolah (CS) terlihat menunjuk-nunjukan jari berbicara dengan nada tinggi, yang mungkin dinilai tidak pantas untuk seorang pemimpin apalagi di lingkungan pendidikan.

 

Ia bahkan menantang balik keluarga korban untuk melaporkan insiden ini ke Dinas Pendidikan.

 

Sikap Arogan yang Menjadi Sorotan

Sikap kepala sekolah (CS) yang menantang keluarga korban dengan ucapan, “Apen wong Kebondalem apa se-Indonesia ‘Ora Wedi” (Mau orang Kebondalem atau orang se-Indonesia, saya tidak takut) menuai banyak kecaman.

Hal ini memicu pertanyaan tentang profesionalisme dan etika seorang kepala sekolah yang seharusnya menjadi contoh bijak dan memberikan solusi, bukan malah menunjukkan arogansi.

Menanggapi kejadian ini, Kabid SD dinas pendidikan Pemalang yakni Shokhaeron  Dinas Pendidikan Pemalang saat dikonfirmasi CMI News, mengatakan ” Bahwa kedua belah pihak orang tua sudah dipertemukan termasuk Kepala sekolah.”

Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada informasi resmi mengenai sanksi yang akan diberikan kepada Kepala Sekolah CS atas dugaan sikap arogansi yang ditunjukkannya.

 

” Tadi tiga orang sudah dijelaskan oleh Kabid Ketenagaan Pendidik. Kata Shokhaeron, saat dikonfirmasi CMI News, Jum’at (15/8). Sementara itu, awak media juga mencoba konfirmasi Joko selaku Kabid ketenagaan pendidikan, tetapi belum merespon atau memberikan jawaban kepada media.”

 

Apakah sikap arogansi oknum kepala sekolah SDN 1 Kebondalem akan diberikan sanksi berat oleh dinas pendidikan kabupaten Pemalang ?

Hingga berita ini diunggah, awak media CMI News mencoba konfirmasi kepala sekolah melalui via WhatsApp, Jum’at (15/8/2025). Namun belum ada balasan/ kejelasan terkait kejadian atas dugaan sikap arogansi tersebut.

 

Pimpinan redaksi CMI News Surya Adi Laksana mengatakan, setelah melihat video jika sikap arogansi ini memang benar adanya. Sungguh sangat memprihatikan dan miris, seharusnya sebagai sosok Kepala sekolah atau pimpinan di sebuah lingkungan pendidikan.

Bisa menjadi contoh yang baik, bagi siswa maupun para guru pendidik dan jika ada pihak yang ingin dikonfirmasi jangan bersikap arogan. Seharusnya sebagai pimpinan bisa menjadi penengah dan mencarikan solusi yang terbaik bagi kedua belah pihak.

Dengan kejadian ini, kami salah satu sebagai  kontrol sosial akan menyurati pihak-pihak terkait termasuk bukti video akan kami kirimkan ke Ombudsman RI dan Kementerian Pendidikan.

Kasus ini menjadi pengingat penting bagi seluruh pendidik untuk selalu menjunjung tinggi etika dan profesionalisme dalam menghadapi setiap permasalahan di lingkungan sekolah. (Tim Redaksi)