Dalam sebuah pertandingan yang penuh kejutan, Bali United berhasil membantai Persija Jakarta dengan skor telak 3-0 pada laga ketiga babak penyisihan Grup B. Kemenangan meyakinkan ini seharusnya menjadi tiket bagi Serdadu Tridatu untuk melaju ke babak semifinal Piala Presiden 2024.

Namun, skema kompetisi yang rumit membuat langkah Bali United terhenti. Ironisnya, kemenangan besar ini justru menjadi kemenangan sia-sia.

Bali United

Tim tuan rumah dengan julukan Serdadu Tridatu itu tampil menyerang sejak babak pertama pertandingan yang dikawal wasit Asep Yandis di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Kabupaten Gianyar, Bali, Jumat malam.

Bali United mengumpulkan tiga poin sama dengan Madura United hanya berbeda selisih jumlah gol dan keduanya sama-sama tidak lolos semifinal.

Sedangkan Persija meski kalah pada laga terakhir itu, mengumpulkan empat poin atau berada di posisi kedua, setelah Arema FC yang mengantongi tujuh poin.

Arema FC dan Persija Jakarta melenggang ke Stasion Manahan, Solo untuk menjalani laga semifinal bertemu dengan pemenang di Grup A.

Sementara itu, jalannya pertandingan berlangsung seru dengan tim tuan rumah tampil ngebut dan agresif pada babak pertama.

Gol pertama Bali United diciptakan melalui sundulan Brandon Wilson memanfaatkan bola yang memantul yang sebelumnya ditangkis kiper Persija, Cahya Supriadi pada menit ke-20.

Serdadu Tridatu makin mempersempit ruang Macan Kemayoran untuk menyerang hingga gol kedua kembali dilesatkan pemain muda tuan rumah, Made Tito pada menit ke-58.

Awalnya tendangan keras pemain nomor punggung 55 itu sempat mengenai kiper namun bola tetap bersarang di gawang Persija.

Hingga kedua tim turun minum, papan skor menunjukkan keunggulan untuk Bali United dengan skor 2-0.

Sementara itu, pada babak kedua Bali United tidak mengendorkan tempo serangan dan kembali membobol gawang Persija melalui Rahmat pada menit ke-63.

Sayangnya, gelandang Bali United Brandon Wilson terpaksa harus keluar lapangan karena mendapatkan kartu merah setelah dinilai melakukan pelanggaran kepada pemain lawan.

Meski bermain 10 orang, Bali United tetap mengamankan tiga poin kemenangan hingga pluit panjang ditiup wasit tanda pertandingan berakhir dengan skor 3-0.

Di sisi lain, pelatih kepala Stefano Cugurra tidak terlihat memberikan arahan kepada timnya karena mendapat akumulasi kartu.

Kemenangan telak atas Persija Jakarta menjadi bukti kualitas permainan Bali United. Namun, kegagalan lolos ke babak berikutnya tentu menjadi pukulan bagi tim asuhan Stefano Cugurra.

Bagi Persija, lolos ke semifinal menjadi modal berharga untuk menatap laga-laga selanjutnya. Pertandingan ini mengajarkan kita bahwa dalam sepak bola, hasil akhir tidak selalu sesuai dengan permainan yang ditampilkan

Susunan pemain
Bali United: Fitrul Dwi Rustapa (kiper), Brandon Wilson, Sidik Saimina, Yabes Roni, Kadek Agung, Komang Tri, Made Andhika Wijaya, Privat Mbarga, Rahmat Arjuna, Made Tito, Rahmat.
Pelatih Kepala: Stefano Cugurra

Persija Jakarta: Cahya Supriadi (kiper), Raka Cahyana, Ondrej Kudela, Resky Fandi Witriawan, Muhammad Alwi Fadilah, Akbar Arjunsyah, Muhammad Ferrari, Zahaby Gholy, Aditya Warman, Rayhan Hannan, Aji Kusuma.
Pelatih Kepala: Carlos Pena