Tulus mengungkapkan, di hari biasa, dirinya dapat membuat 2 sampai 3 kuintal arang batok kelapa, untuk saat ini, menjelang Hari Raya kurban, produksinya meningkat hingga 6 sampai 7 kuintal.
“Alhamdulillah, ada peningkatan produksi, yang biasanya hanya 2 sampai 3 kuintal, sekarang meningkat hingga dua kali lipat.
Untuk omset, kalau hari biasa Rp.2 juta, adanya peningkatan permintaan omset ikut meningkat hingga 3 kali lipat”, jelasnya.
Tulus berharap, adanya perhatian dari Pemerintah setempat untuk pengrajin arang batok kelapa di wilayahnya.
“Harapannya, adanya perhatian dari Pemerintah setempat, khususnya Pemkab Cilacap, bagaimana agar pengrajin arang batok lebih maju, bagaimana caranya”, harap Tulus.

















