”Memahami sejarah Hari Ibu berarti memahami bahwa setiap perempuan memiliki hak untuk bersuara, berdaya, dan menentukan nasibnya sendiri,” ungkap seorang sejarawan perempuan dalam diskusi publik di Jakarta.
Dengan mengingat sejarah aslinya, kita tidak lagi sekadar memberi kado, tetapi juga memberikan:
- Dukungan nyata terhadap aspirasi dan karier perempuan.
- Kesadaran akan pentingnya perlindungan terhadap kekerasan perempuan.
- Apresiasi terhadap peran perempuan dalam menjaga ketahanan ekonomi keluarga di era modern.
Tahun ini, saat Anda memberikan ucapan kepada ibu tercinta, ingatlah bahwa hari ini juga merayakan kekuatan jutaan perempuan Indonesia yang telah berjuang sejak satu abad lalu. Mari kita rayakan Hari Ibu 2025 dengan tidak hanya memuliakan sosoknya di rumah, tetapi juga mendukung perannya di ruang publik.
Selamat Hari Ibu ke-97!







