Scroll untuk baca artikel
banner
banner
banner
Hari Ibu

Jangan Salah Kaprah, Ini Sejarah Panjang Hari Ibu yang Jarang Diketahui Orang

×

Jangan Salah Kaprah, Ini Sejarah Panjang Hari Ibu yang Jarang Diketahui Orang

Sebarkan artikel ini
  • Hak Pendidikan: Menuntut akses sekolah yang setara bagi anak perempuan.
  • Perkawinan Anak: Menentang praktik pernikahan dini yang merugikan perempuan.
  • Hak Politik: Menyuarakan keterlibatan perempuan dalam pembangunan bangsa yang saat itu masih di bawah penjajahan.

Transformasi Menjadi Hari Nasional

​Penetapan tanggal 22 Desember sebagai Hari Ibu baru diresmikan oleh Presiden Soekarno melalui Dekrit Presiden No. 316 Tahun 1959. Tujuannya adalah merayakan semangat kebangkitan perempuan Indonesia untuk berdiri sejajar dengan laki-laki dalam merebut dan mengisi kemerdekaan.

​Seiring berjalannya waktu, makna ini mengalami pergeseran secara kultural menjadi perayaan figur ibu secara personal. Meski apresiasi kepada ibu di rumah sangat penting, melupakan akar sejarahnya bisa membuat kita kehilangan esensi bahwa perempuan Indonesia adalah penggerak perubahan sosial.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Kenapa Kita Perlu Mengetahui Ini di Tahun 2025?

​Memasuki tahun 2025, tantangan perempuan telah bergeser ke ranah digital, ekonomi kreatif, dan kesehatan mental. Namun, semangat “Kongres 1928” tetap relevan.





error: