CMI News — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri sesi pertama perdagangan hari ini dengan penguatan tipis sebesar 9,1 poin atau 0,11%, menembus level 8.517,82. Dari total saham yang diperdagangkan, 318 saham berhasil menguat, 348 melemah, dan 143 stagnan. Transaksi pasar tercatat mencapai Rp 12,74 triliun dengan volume 27,96 miliar saham dalam 1,60 juta kali transaksi.

Mayoritas sektor perdagangan masih terkoreksi, terutama sektor properti dan utilitas. Di sisi lain, sektor teknologi dan finansial menjadi motor penggerak penguatan pasar hari ini, ditopang emiten unggulan seperti BBCA, TLKM, ENRG, GOTO, dan MORA.

Menurut analis pasar, pergerakan IHSG hari ini dipengaruhi oleh sejumlah data ekonomi penting yang akan dirilis dalam beberapa hari ke depan. Dari sisi domestik, investor menantikan angka inflasi November, neraca perdagangan Oktober, dan Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur November. Sementara dari sisi global, perhatian tertuju pada cadangan devisa dan uang primer Bank Indonesia serta data konsumsi Amerika Serikat yang diprediksi akan memberi sinyal arah kebijakan moneter The Federal Reserve.

Di kawasan Asia-Pasifik, bursa dibuka beragam pada perdagangan perdana Desember. Investor masih menunggu data manufaktur Tiongkok dan meningkatnya ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh The Fed. Berdasarkan CME FedWatch Tool, peluang penurunan suku bunga sebesar 87,4% pada pertemuan The Fed 10 Desember mendatang cukup tinggi.

Indeks utama kawasan menunjukkan pergerakan bervariasi: Nikkei 225 Jepang turun 0,47% dan Topix melemah 0,27%. Sebaliknya, Kospi Korea Selatan naik 0,26%, sementara Kosdaq mengalami kenaikan signifikan 1,29%. Di Australia, indeks ASX/S&P 200 stagnan di awal perdagangan. Kontrak berjangka Hang Seng Hong Kong juga menunjukkan penguatan, diperdagangkan di level 26.022, lebih tinggi dari penutupan sebelumnya di 25.858,89.

Di Amerika Serikat, Wall Street mencatatkan penguatan pada perdagangan Jumat lalu setelah libur Thanksgiving.

Nasdaq Composite naik 0,65% ke level 23.365,69, S&P 500 bertambah 0,54% ke level 6.849,09, dan Dow Jones Industrial Average melonjak 289,30 poin atau 0,61% menjadi 47.716,42. Kinerja ini menandai kenaikan lima hari berturut-turut bagi Nasdaq.

Dengan berbagai data domestik dan global yang akan segera dirilis, analis memperkirakan volatilitas pasar tetap tinggi dalam beberapa hari ke depan, sekaligus menciptakan peluang bagi investor yang cermat memanfaatkan pergerakan sektor unggulan seperti perbankan dan teknologi.