CMI News — Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, mendadak memanggil seluruh pemerintah daerah se-Indonesia beserta jajaran lintas instansi strategis, termasuk BMKG, Basarnas, Bulog, PLN, Pertamina, ASDP, hingga BIN, untuk rapat koordinasi khusus.
Tujuannya adalah memastikan kesiapsiagaan menghadapi bencana alam dan lonjakan mobilitas masyarakat pada momentum Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026.
Rapat yang digelar secara hybrid ini telah dilaporkan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto. Tito menegaskan, agenda ini fokus pada dua isu besar:
1. Bencana alam yang belakangan menimpa Jawa Tengah dan Sumatra, termasuk banjir bandang dan longsor di Cilacap, Banjarnegara, Aceh, Sumut, dan Sumbar.
2. Persiapan Nataru, yang meliputi tingginya mobilitas masyarakat, kenaikan permintaan pangan, dan potensi bencana hidrometeorologi seperti hujan ekstrem, angin kencang, banjir, tanah longsor, dan gelombang pasang.
Tito meminta BMKG memaparkan potensi cuaca ekstrem, karena bencana bisa terjadi secara tiba-tiba, seperti yang terjadi di Sumatra Utara beberapa waktu lalu.
Ia menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor untuk menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat, termasuk transportasi darat, laut, dan udara.
Selain itu, Mendagri mengingatkan risiko kenaikan harga pangan selama Nataru, khususnya menjelang perayaan dan pesta.











