The Fed Dovish, Dolar Melemah
Nada dovish dari Ketua The Fed Jerome Powell menjadi katalis lain di balik penguatan emas. Powell menyebut pasar tenaga kerja AS masih menghadapi kelesuan perekrutan dan rendahnya tingkat pemecatan, sehingga ruang untuk penurunan suku bunga terbuka lebar.
Pasar kini memproyeksikan kemungkinan pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin pada Oktober dengan probabilitas 98%, diikuti penurunan lanjutan pada Desember yang hampir pasti terjadi.
Dalam kondisi seperti ini, emas menjadi lebih menarik — terutama karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil, namun tetap menjadi lindung nilai alami terhadap inflasi dan ketidakpastian ekonomi.
Ketegangan Global Menambah Daya Dorong
Situasi geopolitik turut menambah sentimen bullish. Presiden AS Donald Trump baru-baru ini menyatakan kemungkinan memutus sebagian hubungan dagang dengan China, setelah kedua negara saling memberlakukan tarif pelabuhan.













