PEMALANG – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Bantarbolang, Pemalang, menuai kritik dari sejumlah wali murid. Menu yang dinilai terlalu sederhana, seperti singkong dan kacang rebus, memicu pertanyaan besar terkait transparansi alokasi anggaran per siswa.

Rizki, salah satu wali murid, mengungkapkan bahwa para orang tua mulai resah melihat variasi makanan yang diterima anak-anak. Menurutnya, dalam beberapa hari terakhir, siswa hanya menerima menu berupa singkong rebus tabur keju, tela ungu keju, dan kacang kulit rebus.

“Kami tentu mendukung program pemerintah ini. Namun, sebagai orang tua, kami berharap ada penjelasan terbuka mengenai anggaran per anak dan pembagiannya. Menu yang diterima terlihat masih sangat sederhana,” ujar Rizki, Kamis (12/3/2026).

Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dapur Bantarbolang, Rifki, memberikan klarifikasi. Ia menjelaskan bahwa anggaran yang turun merupakan “anggaran kotor” yang masih harus dibagi untuk biaya operasional dapur.

Berdasarkan Juknis yang ada, alokasi per jenjang adalah sebagai berikut:

  1. TK – SD (Kelas 1–3): Rp8.000 per anak.
  2. SD (Kelas 4–6): Rp10.000 per anak.
  3. SMP – SMA/SMK: Rp15.000 per anak.
  4. Namun, Rifki menyebutkan adanya potongan signifikan:
  5. Rp3.000: Biaya operasional (listrik, gas, air, internet).
  6. Rp2.000: Sewa lahan dapur.

“Jadi, dana yang benar-benar digunakan untuk bahan makanan pada paket kecil (TK-SD rendah) berkisar sekitar Rp5.000 per siswa,” jelas Rifki.
Alasan Pemilihan Menu Selama Ramadan

Sementara itu, Asisten Lapangan dapur MBG, Rivo, menambahkan bahwa pihaknya cenderung melakukan “pukul rata” anggaran di angka Rp10.000 agar tidak terjadi ketimpangan mencolok, kecuali pada jenis telur (telur puyuh vs telur ayam).

Terkait menu singkong dan kacang yang dikeluhkan, pihak dapur berdalih faktor cuaca dan bulan Ramadan menjadi pertimbangan utama.
Daya Tahan: Menu seperti lemper atau bongko rentan basi jika dibagikan siang hari untuk berbuka.
Nutrisi: Singkong dan ketela tetap dikategorikan sebagai sumber karbohidrat sesuai arahan program.
Standar Kemasan: Pihak dapur menghindari plastik tipis dan beralih ke kotak mika atau styrofoam sesuai ketentuan.