Sebaliknya, Gusnul menilai bahwa klub-klub J-League lebih fokus pada pengembangan pemain lokal dari akademi masing-masing, yang bisa mengurangi kesempatan Rizky Ridho untuk bermain. “Filosofi sepak bola Jepang adalah mematangkan pemain lokal di Liga domestik, dan setelah mereka siap, baru didorong untuk bermain di luar negeri. Ini yang membuat peluang bermain Rizky Ridho di klub J-League seperti Tokyo FC menjadi terbatas,” tambahnya.
Sebagai alternatif, Gusnul Yakin menyarankan Rizky Ridho untuk memulai kariernya di Oxford United FC, klub yang dimiliki oleh pengusaha Indonesia. “Memulai dari Divisi bawah Liga Inggris akan lebih realistis. Oxford United FC adalah pilihan yang tepat, karena kedekatan dengan klub ini akan membuat Rizky Ridho lebih diperhatikan. Setelah berkembang di Oxford, peluang untuk bergabung dengan klub-klub Liga Inggris lainnya akan lebih terbuka,” jelasnya.














