PEMALANG – Berniat bikin konten lucu-lucuan, seorang pedagang sayur di Kecamatan Belik, Pemalang, berinisial S, malah nyaris berurusan dengan hukum. Konten TikTok yang dibuatnya dianggap merendahkan perjuangan warga masyarakat Pemalang yang menuntut perbaikan jalan.

Peristiwa ini bermula dari aksi damai yang dilakukan Aliansi masyarakat Pemalang Bersatu pada 4 September 2025 kemarin. Aksi tersebut menuntut perbaikan infrastruktur jalan dan penanganan banjir ROB yang sering terjadi di wilayah tersebut. Aksi ini menghasilkan sebuah Nota Kesepahaman yang ditandatangani oleh Bupati, Kapolres, Dandim, dan perwakilan masyarakat.

 

Konten Sindiran yang Memancing Amarah

Alih-alih mengapresiasi, S justru mengunggah video di akun tiktok @muhammad.ali.alfari, yang menyinggung hasil aksi damai tersebut. Dalam video itu, S cengengesan sambil menunjukkan surat Nota Kesepahaman. Ia mengucapkan kalimat.

“Pak Ora Main, Keh di Waca Usulane, Ora Main, Bau ya Mbok.” Unggahan ini segera viral dan memicu kemarahan para peserta aksi atau masyarakat. Ucapnya dalam uanggahan videonya.

Mereka menganggap konten S sebagai penghinaan terhadap perjuangan yang telah dilakukan. Jejak digital yang menyebar cepat membuat beberapa koordinator aksi langsung melacak identitas Y.

 

Pertemuan dan Permohonan Maaf

Setelah terlacak, S yang merupakan warga Gunungjaya Belik, dan berprofesi sebagai pedagang sayur, akhirnya bertemu dengan perwakilan massa aksi. Pertemuan itu difasilitasi oleh tokoh masyarakat dan aparat kepolisian dari Polsek Belik.

Di hadapan semua pihak, S mengaku menyesal dan menyatakan tidak ada niat buruk di balik videonya. Ia tidak menyangka konten tersebut akan menimbulkan reaksi sebesar itu.

Dengan suara bergetar, S dan 1 rekannya meminta maaf kepada Bupati, Kapolres, Dandim, Aliansi Masyarakat Pemalang Bersatu, dan seluruh warga Pemalang.

Sebagai bentuk pertanggungjawaban, S membuat video permohonan maaf secara terbuka yang disaksikan oleh jajaran Forkopincam. Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi siapa pun yang menggunakan media sosial.

Jangan sampai niat bercanda berujung masalah serius karena merugikan orang lain. Selalu bijak dan berhati-hati dalam membuat konten, apalagi yang berkaitan dengan isu sensitif.