Lebih lanjut, Fajrina menjelaskan bahwa teknologi kompos dengan pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) sangat tepat dilakukan, dikarenakan masih banyak masyarakat yang tidak mengelola sampah hasil dapur (organic) dengan benar, bahkan banyak yang membuang sampah di pinggir jalan utama RT.11. Selain pelatihan mengenai kompos, juga diberikan pelatihan tentang pembuatan Pupuk Organik Cair (POC). “Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat dapat lebih memahami pentingnya pengelolaan sampah rumah tangga, serta meningkatkan pemahaman tentang pemanfaatan sampah organik rumah tangga menjadi Pupuk Organik Cair. Ini merupakan langkah mitigasi terhadap krisis ekologi serta upaya perubahan perilaku masyarakat,” jelasnya.
Kegiatan ini dimulai dengan beberapa tahapan, termasuk survei kebutuhan mitra, persiapan alat dan bahan, pelaksanaan penyuluhan dan pelatihan, serta evaluasi kegiatan. Pada 17 Agustus 2024, kegiatan PPM dilaksanakan dengan penyajian materi tentang jenis sampah, pengelolaan sampah dan pentingnya pengolahan sampah organik rumah tangga. Ashar Nuzulul Putra, dosen Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat FKIK UNJA, menyampaikan materi mengenai definisi dan jenis sampah organik rumah tangga serta proses pembuatan kompos. Andree Aulia Rahmat, dosen Prodi Ilmu Kesehatan Masyarakat FKIK UNJA, memberikan pelatihan tentang pembuatan sampah organik rumah tangga menjadi POC.
Partisipasi masyarakat sangat antusias, dengan banyak peserta menyatakan rasa syukur atas kehadiran dosen dan mahasiswa yang langsung memberikan pelatihan serta teknologi baru. Lia (34) salah seorang perwakilan masyarakat RT.11, mengungkapkan, “Kami masyarakat sangat bersyukur atas kehadiran bapak-bapak dosen dan adik-adik mahasiswa UNJA. Kami berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut dan meningkatkan pengetahuan kami mengenai pembuatan kompos.”















