Kunjungan ini bertujuan untuk melakukan evaluasi terhadap program pengelolaan sampah dan kebersihan yang diterapkan di Pemalang. Bupati Anom mengungkapkan bahwa kedatangan tim pemantau ini menjadi motivasi bagi Pemalang untuk terus memperbaiki pengelolaan lingkungan dan meraih penghargaan Adipura 2025.
“Kehadiran tim pemantau Adipura adalah semangat baru bagi kita. Ini menjadi kesempatan bagi Pemalang untuk terus berupaya meraih Adipura, sekaligus meningkatkan kesadaran kita semua akan pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan,” ujar Bupati Anom dalam sambutannya.
Bupati Anom juga menekankan bahwa evaluasi ini sangat penting sebagai bahan acuan untuk merumuskan langkah-langkah strategis dalam mengatasi persoalan lingkungan yang semakin kompleks. Ia menambahkan bahwa tantangan ke depan, terutama dalam pengelolaan sampah dan tata kelola lingkungan, akan semakin berat karena adanya kompetisi antar daerah yang semakin ketat.
“Pemalang harus punya konsep yang jelas untuk mengatasi masalah sampah dan pengelolaan lingkungan ke depan. Daerah lain sudah mulai menunjukkan hasil yang positif dalam pengelolaan lingkungannya, dan kita harus bisa mengikuti jejak tersebut,” tambah Anom.
Atik Suryaningsih, Ketua Tim Pemantau Adipura Jawa Tengah, menjelaskan bahwa tujuan dari pemantauan ini adalah untuk melihat sejauh mana pelaksanaan program Adipura di Pemalang. Adipura merupakan indikator penting dalam menilai keseriusan daerah dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.
“Kami datang untuk mengevaluasi sejauh mana Pemalang telah mengimplementasikan program Adipura. Ini bukan hanya tentang penghargaan, tapi juga tentang bagaimana daerah menjaga lingkungan hidupnya dengan baik,” ujar Atik.
Sementara itu, Wiji Mulyati, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pemalang, memaparkan bahwa pihaknya telah menyusun master plan pengelolaan lingkungan yang mencakup perencanaan hingga tahun 2035. Pihak DLH terus bekerja sama dengan OPD terkait untuk meningkatkan kualitas lingkungan, melalui berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat secara langsung.
“Kami sudah menyusun master plan pengelolaan lingkungan untuk tahun 2026-2035. Ini adalah langkah jangka panjang untuk memastikan Pemalang menjadi daerah yang bersih dan ramah lingkungan,” jelas Wiji.
Kunjungan ini menjadi momentum bagi Pemalang untuk merefleksikan langkah-langkah yang sudah diambil, sekaligus memperbaiki kekurangan dalam pengelolaan sampah dan kebersihan kota. Diharapkan, dengan adanya evaluasi dan masukan dari tim Adipura, Pemalang dapat meraih penghargaan Adipura 2025 dan menjadi contoh dalam pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.













