Namun, ketika jumlah mobil otonom menurun di bawah batas tertentu, sistem akan kembali ke mode standar dengan tiga warna konvensional — merah, kuning, dan hijau.
Simulasi yang dilakukan menunjukkan hasil menarik. Ketika sistem fase putih diterapkan, efisiensi lalu lintas meningkat antara 40% hingga 99%, tergantung pada jumlah kendaraan otonom di jalan. Selain mempercepat arus kendaraan, model ini juga menghemat bahan bakar dan mengurangi emisi karbon.
Menuju Masa Depan Transportasi Cerdas
Penelitian ini melanjutkan studi serupa pada tahun 2020, di mana arus lalu lintas dikendalikan oleh komputer pusat yang terhubung dengan persimpangan. Bedanya, kali ini kendaraan otonom sendiri yang berperan sebagai “otak pengatur” lalu lintas, bukan sistem eksternal.
Meskipun masih berada di tahap simulasi, gagasan ini menunjukkan arah baru evolusi transportasi modern — di mana teknologi, efisiensi energi, dan keselamatan pengguna jalan menjadi satu kesatuan sistem yang saling terhubung.













