Etika para pejabat di Banyuwangi sangat rendah, baik eksekutif maupun legislatif, mereka tanpa malu mencuri dan merampok uang rakyat, kalau berjalan mereka petanteng- petanteng, persis orang Belanda ketika menjajah Indonesia dulu.
Etika dan moral itu ibaratkan kitab suci bagi para pejabat dan birokrat yang harus jadi pegangan dan pedoman bagi jalanya pemerintahan, kalau etika dan moral runtuh maka jalanya pemerintahan tanpa ruh dan arah tujuan, ibaratkan sebuah rumah eksekutif dan legislatif adalah pembatunya dan rakyat sebagai tuan rumahnya, akan tetapi keadaan pembantu ini lebih sejahtera dari majikanya, dan itu sangat tidak pantas dan etis.













