Kombinasi faktor-faktor tersebut membuat dolar AS menguat hingga menyentuh titik tertingginya sejak 5 November 2025 pada level 100,282.
Implikasi bagi Pasar Asia & Indonesia
Dalam konteks ekonomi dan pasar keuangan, penguatan dolar AS biasanya membawa konsekuensi yang tidak ringan untuk Asia:
Arus modal keluar (capital outflow) dapat meningkat, menekan pasar obligasi dan saham.
Biaya impor menjadi lebih mahal, terutama untuk negara dengan ketergantungan tinggi terhadap dolar.
Volatilitas mata uang berpotensi memengaruhi kebijakan moneter bank sentral, termasuk Bank Indonesia, untuk menjaga stabilitas rupiah.
Tekanan ini dapat mempengaruhi keputusan BI terkait suku bunga dan intervensi valas ke depan.













