Kenaikan dolar AS kali ini bukan kejutan semata. Ada beberapa faktor kunci yang memperkuat posisi greenback:
1. Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga The Fed Turun Drastis
Probabilitas penurunan suku bunga pada pertemuan FOMC Desember turun dari 42% menjadi hanya 33%. Angka tersebut menunjukkan pasar semakin yakin bahwa The Fed belum siap melonggarkan kebijakan moneternya.
Ketidakpastian ini membuat investor mencari aset aman, dan dolar kembali menjadi favorit.
2. Notulen The Fed Mengindikasikan Sikap Ketat
Rilis notulen rapat The Fed menunjukkan sebagian besar anggota komite masih menilai pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat “tidak tepat”. Nada hawkish ini memperkuat persepsi bahwa kebijakan ketat akan bertahan lebih lama.
3. Data Tenaga Kerja AS Tertunda
Penundaan rilis data non-farm payrolls (NFP) September, serta konfirmasi bahwa data Oktober dan November baru akan dirilis setelah FOMC Desember, menambah ketidakpastian baru. Tanpa indikator penting ini, pasar sulit memproyeksikan arah kebijakan suku bunga, memaksa investor bertahan pada aset dengan risiko rendah.













