CMI News — Isu baru kembali memanaskan dinamika geopolitik global. Sebuah dokumen yang diklaim sebagai proposal perdamaian Amerika Serikat untuk Ukraina bocor ke publik dan langsung menimbulkan kontroversi. Bukan tanpa alasan—rancangan tersebut disebut terlalu menguntungkan Rusia dan bisa mengubah peta kekuatan Eropa secara permanen.
Menurut seorang pejabat senior yang mengetahui langsung dokumen itu, isi proposal justru dianggap mendekati bentuk kapitulasi. Pejabat tersebut menyebut rencana itu “berbahaya” dan berpotensi melemahkan posisi Ukraina di meja perundingan.
Isi Proposal yang Dipersoalkan
Dalam dokumen tersebut, ada tiga poin utama yang memantik kekhawatiran:
1. Ukraina diminta mengakui kontrol Rusia atas Krimea dan beberapa wilayah lain yang saat ini diduduki Moskow.
2. Jumlah militer Ukraina harus dipangkas hingga setengahnya, menjadi sekitar 400.000 personel.
3. Seluruh persenjataan jarak jauh—yang selama ini menjadi tulang punggung strategi pertahanan Kyiv—harus diserahkan.













