Pabrik Gula Gondang Winangoen, yang terletak di Desa Plawikan, Kecamatan Jogonalan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, telah lama menjadi saksi bisu sejarah panjang industri gula di Pulau Jawa. Dibangun pada tahun 1860 oleh Belanda, pabrik ini tidak hanya memiliki nilai historis yang tinggi, tetapi juga cerita-cerita menarik yang menyelubungi setiap sudutnya. Dalam beberapa tahun terakhir, pabrik ini menjadi lebih terkenal, terutama setelah menjadi lokasi utama syuting film horor berjudul Pabrik Gula, yang disutradarai oleh Awi Suryadi.
Film ini mengangkat kisah teror makhluk misterius yang menyebabkan kematian seorang buruh di pabrik gula. Dengan tema horor yang memadukan elemen sejarah dan mistisisme, Pabrik Gula mengundang perhatian banyak penonton dan membangkitkan kembali minat terhadap pabrik bersejarah ini. Namun, yang menarik tidak hanya cerita dalam film itu sendiri, tetapi juga lokasi syuting yang dipilih oleh tim produksi. Di balik layar, ada dua lokasi syuting yang memiliki cerita dan daya tarik tersendiri: Pabrik Gula Gondang Winangoen dan satu lagi di kawasan sekitar yang tidak kalah misterius.
Pabrik Gula Gondang Winangoen: Latar Penuh Sejarah
Pabrik Gula Gondang Winangoen tidak hanya berfungsi sebagai tempat produksi gula selama masa kolonial Belanda, tetapi juga menjadi saksi berbagai peristiwa penting, mulai dari era penjajahan, masa pendudukan Jepang, hingga transformasi Indonesia setelah merdeka. Pabrik ini sempat menjadi salah satu penghasil gula terbesar di Jawa, bahkan dunia, sebelum akhirnya berhenti beroperasi pada 2017.
Namun, meskipun sudah lama tidak beroperasi, bangunan-bangunan kolonial yang masih tegak berdiri di sekitar pabrik menciptakan suasana yang sangat khas dan penuh misteri. Inilah yang menjadikan pabrik ini pilihan utama sebagai lokasi syuting. Setiap sudutnya menawarkan nuansa vintage yang seolah menyimpan banyak cerita, sejalan dengan tema film yang ingin mengungkapkan sisi gelap sejarah pabrik tersebut.
Para kru film merasakan bahwa tempat ini tidak hanya memberi latar visual yang kuat, tetapi juga menghadirkan aura horor yang alami. Banyak orang yang percaya bahwa Pabrik Gula Gondang Winangoen memiliki sisi mistis, dengan cerita-cerita rakyat yang mengatakan bahwa pabrik ini dihantui oleh roh-roh para pekerja yang meninggal selama masa-masa sulit, termasuk pada era kolonial dan masa penjajahan Jepang.
Lokasi Syuting Kedua: Di Sekitar Lereng Merapi
Selain Pabrik Gula Gondang Winangoen, tim produksi juga memilih lokasi syuting lain yang tidak kalah menarik dan mistis: kawasan sekitar lereng Gunung Merapi. Letak geografis pabrik yang berada di dekat gunung berapi aktif ini menambah elemen ketegangan dalam cerita horor. Gunung Merapi, yang terkenal dengan aktivitas vulkaniknya yang sering kali menimbulkan bencana, dianggap memiliki energi alam yang kuat dan kadang-kadang dikaitkan dengan berbagai legenda dan kisah gaib.
Lereng Merapi sendiri memiliki pemandangan yang memukau, tetapi juga menyimpan banyak cerita mistis, termasuk mitos yang berkembang di kalangan warga sekitar. Cerita-cerita mengenai makhluk halus dan teror yang datang dari dalam gunung semakin menambah atmosfer horor yang ingin dibangun oleh film ini.
Tim produksi memanfaatkan keindahan alam dan nuansa mistis dari Gunung Merapi untuk menciptakan latar yang semakin memperdalam ketegangan dalam film. Beberapa adegan horor diambil di area yang sedikit lebih terpencil, dengan pemandangan Merapi yang dramatis sebagai latar belakang, menciptakan kontras antara keindahan alam dan ancaman yang tidak terlihat.
Dua Lokasi, Dua Dunia yang Berbeda
Kedua lokasi ini – Pabrik Gula Gondang Winangoen yang kaya akan sejarah dan kawasan sekitar lereng Gunung Merapi yang penuh mitos – memiliki keunikan tersendiri dalam memperkuat tema film horor yang dibangun oleh Awi Suryadi. Pabrik Gula menciptakan atmosfer industri kolonial yang penuh dengan sejarah, sedangkan Gunung Merapi menambah elemen alam yang mencekam dan mistis. Kedua tempat ini bekerja sama untuk membentuk narasi yang tidak hanya horor, tetapi juga penuh dengan latar belakang sejarah yang mendalam.
Cerita yang dihadirkan dalam film ini memberikan gambaran tentang bagaimana sejarah dan mitos lokal bisa saling berinteraksi dan membentuk pengalaman sinematik yang unik. Bagi penonton, Pabrik Gula bukan hanya sebuah film horor biasa, tetapi juga sebuah perjalanan visual ke dalam sejarah yang terlupakan dan misteri yang masih terus hidup di tengah masyarakat.
Menjaga Warisan dan Menarik Wisatawan
Pabrik Gula Gondang Winangoen kini bukan hanya tempat yang dikenang sebagai industri gula besar, tetapi juga sebagai destinasi wisata yang menyimpan banyak nilai sejarah. Sejak 2009, kawasan pabrik ini telah diubah menjadi destinasi wisata edukatif dengan museum gula yang memamerkan koleksi mesin uap tua dan alat-alat produksi gula. Dengan kedatangan film Pabrik Gula, kawasan ini semakin terkenal, menarik perhatian tidak hanya dari pecinta sejarah tetapi juga dari penggemar horor.
Bagi wisatawan, mengunjungi Pabrik Gula Gondang Winangoen kini menawarkan pengalaman yang berbeda. Selain bisa menyaksikan sisa-sisa kejayaan industri gula kolonial, pengunjung juga bisa merasakan atmosfer misterius yang hadir berkat cerita horor yang melekat pada pabrik ini.
Bagi mereka yang suka tantangan, wahana The Gondang Park yang menghadirkan rumah hantu Ghost Hunter menjadi daya tarik tersendiri, menambah keseruan di lokasi yang sudah memiliki nuansa seram.
Film Pabrik Gula tidak hanya menjadi kisah horor yang menarik perhatian publik, tetapi juga berhasil mengangkat dua lokasi yang memiliki sejarah dan keunikan masing-masing. Pabrik Gula Gondang Winangoen dan kawasan lereng Gunung Merapi menjadi simbol dari dua dunia yang berbeda – sejarah panjang yang sarat dengan kejayaan, dan alam yang penuh dengan misteri.
Di balik asap dan kabut yang menyelimuti pabrik ini, terdapat cerita-cerita menarik yang tak hanya menghidupkan masa lalu, tetapi juga membangun atmosfer yang cocok untuk sebuah film horor. Dengan demikian, Pabrik Gula Gondang Winangoen menjadi sebuah tempat yang memadukan sejarah, mistisisme, dan hiburan dalam satu kesatuan yang menarik untuk dijelajahi












