PEMALANG, CMI News – Dunia pendidikan di Kabupaten Pemalang tengah diguncang isu tak sedap. Seorang oknum Kepala Sekolah SMP di wilayah tersebut diduga terlibat perselingkuhan dengan salah seorang Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) yang bertugas di sekolah yang berbeda.
Dugaan kasus asmara terlarang ini sontak mencoreng citra institusi pendidikan yang seharusnya menjadi teladan moral dan etika.
Informasi yang dihimpun CMI News, dengan narasumber dan bukti-bukti yang dapat dipercaya juga beredar di kalangan internal lingkungan pendidikan menyebutkan adanya hubungan spesial yang melampaui batas profesional antara sang Kepala Sekolah dengan seorang pegawai P3K wanita.
Meskipun masih sebatas dugaan, kabar ini telah dibenarkan oleh suami wanita dan hingga akhirnya dilaporkan kepada pihak sekolah dan pihak-pihak terkait, seperti Inspektorat, Dinas Pendidikan, BKD dan bahkan Pemerintah Kabupaten Pemalang.
Sementara, bukti-bukti seperti surat pernyataan pengakuan perselingkuhan dirinya (wanita) dengan Oknum, foto siur dan chat atau pesan dari wanita dengan oknum KS (WA) sudah menjadi bukti bekal bagi sang suami.
Menanggapi hal ini, Pimpinan Umum CMI News, Surya AL, Menyampaikan “Kami sangat prihatin dan menyayangkan jika dugaan ini benar adanya. Sebagai seorang kepala sekolah, seharusnya beliau menjadi panutan, bukan malah terlibat dalam hal-hal yang mencoreng nama baik pendidikan,” ujarnya
Dugaan perselingkuhan ini bukan hanya sekadar gosip belaka. Beberapa sumber mengklaim jika kabar ini benar adanya dan sudah dilaporkan oleh suaminya.
Kendati demikian, hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi dari pihak terkait, baik dari Kepala Sekolah maupun pegawai P3K yang bersangkutan.
Saat dimintai waktu oleh awak media CMI News yang bertujuan untuk konfirmasi kebenarannya, beliau belum berkenan untuk ditemui, pada Kamis (22/5) siang.
Kasus dugaan perselingkuhan ini tentu menjadi pukulan berat bagi dunia pendidikan di Pemalang. Institusi sekolah, yang seharusnya menjadi benteng moral dan tempat pembentukan karakter generasi muda, kini dihadapkan pada tantangan berat akibat ulah oknum yang tidak bertanggung jawab. Tegas Surya.
Kami dan masyarakat berharap agar pihak berwenang, seperti Dinas Pendidikan Kabupaten Pemalang, segera turun tangan melakukan investigasi menyeluruh untuk mengungkap kebenaran di balik dugaan ini dan memberikan sanksi berat.
Jika terbukti benar, sanksi tegas tentu harus dijatuhkan kepada oknum yang melanggar kode etik dan norma-norma yang berlaku. Hal ini penting untuk mengembalikan kepercayaan publik terhadap institusi pendidikan dan memastikan bahwa lingkungan sekolah tetap menjadi tempat yang aman, nyaman, dan bermartabat bagi seluruh komunitasnya.
Kasus ini juga menjadi pengingat penting bagi seluruh pendidik dan tenaga kependidikan untuk senantiasa menjaga integritas dan profesionalisme dalam menjalankan tugas mulia mencerdaskan anak bangsa.

















