Pengalamannya sebagai jurnalis tampaknya memberi Janiarto perspektif tajam mengenai realitas hukum di lapangan. Ia sadar betul bahwa tantangan terbesar adalah menghapus stigma hukum yang ‘tajam ke bawah, tumpul ke atas’.
Dalam perbincangan hangat dengan wartawan seusai prosesi pelantikan, Janiarto menekankan prinsip equality before the law. Ia bermimpi melihat Provinsi Jambi menjadi wilayah di mana supremasi hukum ditegakkan tanpa pandang bulu.
“Harapan saya, penegakan hukum di Jambi memiliki kesetaraan. Semua harus mendapatkan perlakuan yang sama di depan hukum,”terangnya.
Satu hal yang mencuri perhatian dari visi Janiarto adalah keberpihakannya pada rakyat kecil. Di saat profesi advokat seringkali diidentikkan dengan kemewahan, ia justru menitikberatkan pentingnya layanan pro bono atau bantuan hukum secara cuma-cuma.
Bagi Janiarto, mendampingi wong cilik bukan sekadar menjalankan undang-undang, melainkan sebuah kewajiban moral. Ia ingin menjadi benteng terakhir bagi mereka yang seringkali tak bersuara dalam mencari keadilan.
Eksplorasi konten lain dari CMI News
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.













