Dalam sambutan resminya, Camat Pulosari Arif Senoaji mula-mula menyampaikan salam takzim serta amanah langsung dari Bapak Bupati Pemalang kepada segenap warga Desa Penakir. Pihaknya mengapresiasi kerukunan warga yang tetap kokoh melestarikan adat leluhur di tengah tantangan yang dihadapi daerah.
Lebih lanjut, mantan lulusan STPDN ini mengupas secara mendalam makna di balik pemilihan lakon pewayangan malam itu. Ia menegaskan bahwa esensi dari “Gatotkaca Jumeneng Nata” bukan sekadar proses pengukuhan seorang raja, melainkan simbol ketangguhan, tanggung jawab besar, dan kesiapan untuk menghadapi ujian.
“Lakon Gatotkaca Jumeneng Nata ini harus menjadi pemantik semangat dan momentum kebangkitan bagi seluruh warga Dusun Wanasari. Kita tahu wilayah ini sempat diuji oleh bencana, namun seperti halnya ksatria Gatotkaca, masyarakat Wanasari pasca-bencana harus mampu bangkit kembali secara kokoh, mandiri, dan lebih kuat,” ujar Arif Senoaji di hadapan para tokoh dan warga desa.
Camat juga berharap agar persatuan dan semangat gotong royong warga terus dipelihara demi mempercepat pemulihan ekonomi dan sosial di lingkungan setempat. Melalui ritual ruwat bumi dan doa bersama ini, diharapkan segala potensi kemakmuran dusun dapat segera terwujud.











