Wakapolres Ngawi, Kompol Achmad Robial, mengatakan kecelakaan terjadi diduga akibat kelalaian sopir. Informasi awal tersebut akan didalami kembali. Pasalnya sopir bus meninggal dunia setelah sempat mendapat perawatan di RS Widodo Ngawi.
“Kami belum bisa pastikan penyebabnya, diduga akibat kelalaian sopir, namun kami masih akan memintai keterangan saksi karena sopir bus meninggal. Kernet bus masih dalam perawatan belum bisa kami mintai keterangan lebih lanjut,” ujarnya.
AdvertisementScroll kebawah untuk lihat konten
Sementara itu, AKP Saifudin Kanit PJR Jatim 6 mengatakan, kecelakaan berawal saat bus mencoba mendahului kendaraan di depannya.
“Dari pantauan CCTV yang kami dapatkan bus ingin mendahului kendaraan yang ada di depannya, namun di lokasi agak menikung. Kemudian konsentrasi pengemudi kurang akhirnya menabrak pembatas tengah jalan dan langsung terguling,” jelas Saifudin saat on-air di Radio Suara Surabaya, Minggu (4/2/2024) siang.
Sementara itu tiga korban yang meninggal dunia, serta 28 korban luka luka dan sudah dibawa ke RSUD dr. Soewandhie Surabaya dan sebagian ke RSI At-Tin Husada Ngawi.
AKP Saifudin menyebut, korban meninggal antara lain Catur Pancoro (47) pengemudi bus warga Tulangan Sidoarjo, dan dua lainnya penumpang bus yakni Hadi Umar (21) warga Mojolebak Mojokerto, dan Aditya (38) warga Pucuk Lamongan.













