Lalu massa mulai memanas. Massa membakar spanduk hingga melemparkan botol air mineral ke arah polisi yang berjaga di kompleks DPR.
“Penentuannya hari ini (pengesahan Revisi UU Desa) bukan nanti, kami bosan dengan janji janji DPR,” ucap orator dari mobil komando demontras
AdvertisementScroll kebawah untuk lihat konten
Saudara-saudara sekalian tolong tertib,” kata anggota polisi melalui pengeras suara.
Massa Blokade Jalan Tol
Massa semakin memanas pada tengah hari. Massa memblokade ruas Jalan Tol Dalam Kota, tepatnya di depan gedung DPR/MPR RI.
Mereka memasang water barrier di tengah jalan tol. Akibatnya, kendaraan yang akan menuju ke Slipi terhalang oleh massa.
Polisi kemudian memutar balik kendaraan. Aksi itu tak berlangsung lama setelah Wakapolda Metro Jaya Brigjen Suyudi Ario Seto bernegosiasi dengan massa.
Massa Rusak Pagar Gerbang DPR
Massa kembali memaksa masuk ke dalam gedung DPR. Akan tetapi, polisi tidak memberikan akses masuk kepada pendemo.
Massa pun kembali memanas. Kali ini, mereka merusak tembok pagar gerbang DPR dengan palu bodem. Pukulan palu bodem itu meninggalkan lubang besar pada tembok pagar.
Pak polisi gimana sih Pak, tadi bapak menjanjikan kalau jalan tolnya dibuka kita bisa masuk. Bapak ini kayak anggota dewan tipu-tipu saja,” teriak orator dari mobil komando.
Massa Coba Robohkan Pagar Besi
Tak hanya itu saja tindakan anarkis yang dilakukan massa aksi. Mereka juga mencoba merobohkan pagar besi dengan tali tambang.
Namun, hal itu berhasil dicegah aparat kepolisian setelah salah seorang anggota memotong tali tambang tersebut.














