
CMI News – Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite ternyata masih jauh dari nilai keekonomiannya.
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengungkapkan bahwa sejak pemerintah menetapkan harga Rp10.000 per liter pada 3 September 2022, selisih harga masih ditanggung negara melalui subsidi energi.
“Selama ini pemerintah menanggung selisih antara harga keekonomian dan harga yang dibayarkan masyarakat melalui subsidi,” ujar Purbaya.
Berdasarkan perhitungan, harga Pertalite sebelum subsidi sebenarnya mencapai Rp11.700 per liter. Artinya, setiap liter Pertalite yang dijual Rp10.000, pemerintah menanggung selisih Rp1.700 agar harga di SPBU tetap terjangkau masyarakat.
Kenaikan Harga BBM Non-Subsidi

Mulai 1 Desember 2025, PT Pertamina (Persero) resmi menyesuaikan harga BBM non-subsidi di SPBU. Berikut rincian harga di wilayah DKI Jakarta:
Pertamax (RON 92): Rp12.750/liter
Pertamax Green (RON 95): Rp13.500/liter
Pertamax Turbo (RON 98): Rp13.750/liter
Dexlite: Rp14.700/liter
Pertamina Dex: Rp15.000/liter
Sementara itu, harga BBM bersubsidi tetap, yaitu:
Pertalite (RON 90): Rp10.000/liter
Solar Subsidi: Rp6.800/liter
Harga BBM Kompetitor di Pasaran
Selain Pertamina, konsumen juga dapat menemukan harga BBM berbeda dari operator lain:
BP-AKR:
BP 92: Rp13.000/liter
BP Ultimate (RON 95): Rp13.630/liter
BP Ultimate Diesel (CN 53): Rp15.250/liter
Shell:
Shell Super (RON 92): Rp13.000/liter
Shell V-Power (RON 95): Rp13.630/liter
Shell V-Power Diesel (CN 51): Rp15.250/liter
Shell V-Power Nitro+ (RON 98): Rp13.890/liter
Vivo:
Revvo 92: Rp12.680/liter (turun Rp210 dari sebelumnya Rp12.890/liter)
Analisis: Subsidi BBM dan Dampaknya
Subsidi BBM memang menjadi alat penting pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat, terutama pada jenis Pertalite dan Solar. Namun, beban negara tidak kecil: selisih harga keekonomian dan harga jual resmi terus ditanggung APBN.
Penyesuaian harga BBM non-subsidi yang baru-baru ini diberlakukan juga mencerminkan dinamika pasar global, terutama fluktuasi harga minyak mentah dunia dan biaya produksi. Bagi konsumen, penting memahami perbedaan harga ini agar keputusan pembelian lebih efisien, terutama untuk kendaraan pribadi maupun bisnis transportasi.






