PEMALANG – Isak tangis menyelimuti Desa Jojogan, Kecamatan Watukumpul, Kabupaten Pemalang, pada Jumat (6/2/2026). Seorang anak berusia 9 tahun dilaporkan meninggal dunia setelah bencana tanah longsor menerjang wilayah tersebut akibat curah hujan yang ekstrem.
Korban bernama Kiki (9) ditemukan dalam kondisi tak bernyawa setelah material tanah longsor menimbun kediamannya pada Jumat sore. Tragedi yang dipicu oleh hujan lebat berkepanjangan ini juga menyebabkan ibu korban mengalami luka-luka dan saat ini tengah berjuang dalam masa perawatan intensif di Puskesmas Watukumpul.
Peristiwa nahas itu terjadi begitu cepat saat wilayah Watukumpul diguyur hujan dengan intensitas tinggi sejak siang hari. Tebing di sekitar pemukiman warga Desa Jojogan yang diduga sudah jenuh air mendadak longsor dan menghantam bangunan di bawahnya.
“Hujan deras mengakibatkan longsor tadi dan informasinya ada anak yang menjadi korban,” ujar salah satu warga yang berada di lokasi saat proses evakuasi berlangsung.
Tim SAR gabungan yang terdiri dari petugas BPBD, TNI/Polri, relawan, dan dibantu masyarakat setempat langsung melakukan upaya pencarian sesaat setelah kejadian dilaporkan. Kiki berhasil ditemukan dan segera dievakuasi ke fasilitas kesehatan terdekat, namun tim medis menyatakan korban telah meninggal dunia.
Fokus penanganan kini juga diarahkan kepada ibu korban yang berhasil selamat dari maut. Meski berhasil dievakuasi, kondisi fisik dan trauma yang dialaminya mengharuskan perawatan mendalam. Pihak Puskesmas Watukumpul mengonfirmasi bahwa korban dewasa saat ini masih menjalani perawatan intensif di ruang rawat inap dengan pengawasan ketat tim medis.
Selain fokus pada korban, petugas di lapangan tengah berupaya memastikan keamanan area di sekitar lokasi longsor. Upaya pendataan dampak kerusakan rumah dan infrastruktur lainnya terus dilakukan untuk menentukan langkah penanggulangan selanjutnya.
Pemerintah daerah dan pihak terkait kembali mengeluarkan peringatan keras kepada warga yang tinggal di daerah perbukitan dan rawan longsor. Mengingat curah hujan yang diprediksi masih tinggi dalam beberapa hari ke depan, masyarakat diminta untuk segera mengungsi ke tempat yang lebih aman jika melihat tanda-tanda alam seperti rekahan tanah atau aliran air permukaan yang berubah menjadi keruh secara tiba-tiba.











