Scroll untuk baca artikel
banner
banner
banner
PemalangPeristiwa

Bentrokan PWI-LS vs FPI di Pemalang: 5 Luka Akibat Sajam, Habib Rizieq Tuntut Proses Hukum!

×

Bentrokan PWI-LS vs FPI di Pemalang: 5 Luka Akibat Sajam, Habib Rizieq Tuntut Proses Hukum!

Sebarkan artikel ini

Pemalang, Jawa Tengah – Acara peringatan bulan Muharram di Desa Pegundan, Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang, pada Rabu malam, 23 Juli 2025, berubah menjadi kericuhan. Bentrokan yang melibatkan massa Perjuangan Walisongo Indonesia Laskar Sabilillah (PWI-LS) dan simpatisan Habib Muhammad Rizieq Shihab (MRS) berujung pada lima orang terluka akibat sabetan senjata tajam. Habib Rizieq, dalam ceramahnya, dengan tegas meminta agar kasus kekerasan ini segera diproses secara hukum.

​Detik-detik Kericuhan Pecah

​Insiden ini dipicu oleh penolakan massa PWI-LS terhadap kedatangan Habib Rizieq. Ratusan anggota PWI-LS yang telah berkumpul di salah satu masjid berusaha membubarkan acara paksa saat rombongan Habib Rizieq tiba di lokasi pengajian. Meskipun aparat kepolisian sudah membentuk blokade, sebagian massa PWI-LS berhasil berpencar dan mulai melempari area panggung dengan batu.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

​Seorang warga bernama Ratih (35), yang menjadi saksi mata dilokasi, mengungkapkan bahwa bentrokan mulai memanas sekitar pukul 23.00 WIB.

“Banyak FPI mungkin ya, bajunya putih-putih mengejar orang-orang yang baju hitam katanya kubu PWI, kejadiannya sekitar 15 menitan,” tutur Ratih, menggambarkan situasi mencekam saat itu.

​Habib Rizieq: “Minta Diproses Secara Hukum!”

​Dalam kesempatan ceramahnya, Habib Rizieq dengan lantang menyuarakan tuntutan agar kekerasan ini diusut tuntas.

“Saya sampaikan Pak Kapolres, Pak Dandim, bahwa ada korban 5 orang yang terluka akibat sabetan senjata tajam, dan saya minta diproses secara hukum,” tegas Rizieq di hadapan jemaah. Ia menekankan bahwa segala bentuk kekerasan harus ditindak secara adil dan hukum harus ditegakkan, terutama karena insiden ini telah menimbulkan korban luka.

​Diduga Ada Koordinasi Pengerahan Massa PWI-LS

​Pengerahan massa PWI-LS ini disinyalir merupakan hasil koordinasi tingkat daerah. Sebuah surat permohonan pasukan sempat beredar, yang disebut-sebut berasal dari Pimpinan Daerah PWI-LS Pemalang. Surat tersebut ditujukan kepada seluruh Pimpinan Daerah PWI-LS di Jawa Tengah dan Jawa Barat, mengindikasikan adanya mobilisasi massa yang terorganisir.

Beredar kabar ada dua korban meninggal dunia, namun saat CMI News konfirmasi Sutrisno Kepala Desa Pegundan Petarukan, pada Kamis (24/7/2025).

Ia membenarkan adanya keributan semalam, dan atas insiden itu tidak ada korban jiwa namun ada beberapa korban luka-luka diantara FPI 2 korban, PWI 2 korban dan 3 petugas keamanan kepolisian. Ujar Kepala Desa Pegundan.

​Korban Dilarikan ke Rumah Sakit, Polisi Belum Beri Pernyataan

​Kelima korban luka-luka telah dilarikan ke RS Siaga Medika Pemalang untuk mendapatkan penanganan medis.

Hingga berita ini diunggah, pihak kepolisian saat dihubungi CMINews.co.id belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait jumlah pasti korban atau tindak lanjut hukum dari insiden bentrokan tersebut.

Masyarakat menantikan langkah konkret dari aparat untuk mengusut tuntas kasus kekerasan ini dan memastikan keadilan bagi para korban.









error: