CMI – Purworejo : Kembali, Basarnas Kantor Pencarian dan Pertolongan Cilacap, mendapatkan informasi adanya korban terseret ombak dan tenggelam di Pantai Genjik Kertojayan Wilayah Kecamatan Grabag Kabupaten Purworejo Provinsi Jawa Tengah.

Mengetahui informasi tersebut, Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Basarnas Cilacap langsung memberangkatkan satu regu rescue menuju lokasi kejadian, lengkap beserta peralatan air.

Dikatakan Kepala KPP Basarnas Cilacap, Adah Sudarsa, kejadiannya pada Jumat, 24 Mei 2024 sore, sekira pukul 15:00 wib. Kita langsung berangkatkan satu regu, dengan jarak 111 Kilometer, ditempuh sekitar 3 jam dari markas menuju ke lokasi kejadian.

“Menurut informasi yang diterima, saat itu korban bersama 4 rekannya sedang mandi di Pantai Genjik Kertojayan, namun ada 2 orang yang mandi di laut agak ke tengah, kemudian datang ombak dan langsung menggulung 2 orang tersebut, 1 orang berhasil diselamatkan oleh nelayan setempat dengan menggunakan perahu, satu korban lagi terbawa arus dan tenggelam, sekarang dalam pencarian”, ucap Adah, Jumat (24/5/2024).

Basarnas Cilacap laksanakan koordinasi dengan potensi SAR.
(Foto: Humas SAR Cilacap)

Diketahui korban merupakan warga Purworejo, bernama Kham Setianto (24) Warga Ketug RT.01 RW.01 Kecamatan Butuh Kabupaten Purworejo.

Sesampai di lokasi, lanjut Adah Sudarsa , kita langsung melakukan koordinasi dengan potensi SAR lain dan pihak terkait untuk merencanakan teknik pencarian.

“Pencarian dan pemantauan sudah kita lakukan di lokasi kejadian, dan pencarian akan dilanjutkan besok pagi mengingat waktu sudah malam”, terang Kepala KPP.

Basarnas Kantor Pencarian dan Pertolongan Cilacap selain melakukan pencarian korban tenggelam di Pantai Genjik Kertojayan Purworejo, juga ada regu rescue yang masih melakukan pencarian hari kedua korban tenggelam di Pantai Jetis Cilacap.

Unsur SAR gabungan yang terlibat dalam pencarian korban tenggelam di Pantai Genjik Kertojayan Purworejo diantaranya, Basarnas Cilacap, BPBD Purworejo, Koramil Grabag, Polsek Grabag, Polairud, RAPI, nelayan setempat serta keluarga korban.