Perkembangan transaksi derivatif, hedge fund, dan teknologi machine learning meningkatkan risiko sistemik yang bisa memicu pelarian modal dan tekanan nilai tukar.
5. Maraknya Kripto dan Stable Coin
Tanpa regulasi jelas, aset digital ini dapat menimbulkan risiko sistemik di sektor keuangan. BI mendorong pengembangan Central Bank Digital Currency (CBDC) melalui Proyek Garuda untuk memantau pergerakan digital ini dan mencegah risiko sistemik.
Destry menekankan bahwa kelima risiko ini perlu diantisipasi dengan kebijakan yang tepat agar ekonomi Indonesia tetap stabil.













