CMI News – Mulai 15 Oktober 2024, pemerintah resmi memberlakukan pembatasan pembelian BBM bersubsidi jenis Pertalite. Kebijakan ini bertujuan untuk memastikan Pertalite tepat sasaran dan dinikmati oleh masyarakat yang berhak. Artinya, tidak semua jenis kendaraan bermotor boleh lagi mengisi Pertalite di SPBU.

Siapa Saja yang Dilarang?

Pembatasan ini berlaku untuk kendaraan roda dua dan roda empat dengan kriteria tertentu. Berikut daftarnya:

 

Motor:

Motor dengan kapasitas mesin di atas 250cc. Motor-motor gede atau moge termasuk dalam kategori ini.

Motor dengan harga jual di atas Rp25 juta. Meskipun kapasitas mesinnya di bawah 250cc, motor dengan harga jual tinggi dianggap sebagai kendaraan mewah yang tidak seharusnya mengonsumsi BBM bersubsidi.

 

Mobil:

Mobil dengan kapasitas mesin di atas 1.500cc. Mobil-mobil dengan mesin besar dan biasanya berharga mahal dilarang mengisi Pertalite.

Mobil dengan harga jual di atas Rp35 juta. Sama seperti motor, mobil dengan harga jual tinggi, meskipun kapasitas mesinnya kecil, dianggap tidak layak mengonsumsi BBM bersubsidi.

Adapun tujuan dari pembatasan ini adalah untuk memastikan subsidi BBM dari pemerintah tepat sasaran.

Peraturan ini merupakan bagian dari revisi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 191 Tahun 2014 mengenai Penyediaan, Pendistribusian, dan Harga Jual Eceran BBM.

 

Berikut daftar motor yang dilarang isi Pertalite di SPBU Pertamina:

– Yamaha XMAX

– Yamaha TMAX

– Yamaha MT25

– Yamaha R25

– Yamaha MT09

– Yamaha MT07

– Honda Forza

– Honda CB650R

– Honda X-ADV

– Honda CBR250R

– Honda CB500X

– Honda CRF250 Rally

– Honda CRF1100L Africa Twin

– Honda CBR600RR

– Honda CBR1000RR

– Suzuki Gixxer250

– Suzuki Hayabusa

– Kawasaki Ninja ZX-25R

– Kawasaki Ninja H2

– Kawasaki KLX250

– Kawasaki KX450

– Kawasaki Ninja 250SL

– Kawasaki Ninja 250

– Kawasaki Vulcan

– Kawasaki Versys 250

– Kawasaki Versys 1000

 

Berikut daftar mobil yang boleh pakai Pertalite setelah Perpres Disahkah

 

Toyota

Agya 1.197 cc

Calya 1.197 cc

Raize 998 cc dan 1.198 cc

Avanza 1.329 cc

 

Daihatsu

Ayla 998 cc dan 1.197 cc

Sigra 998 cc dan 1.197 cc

Sirion 1.329 cc

Rocky 998 cc dan 1.198 cc

Xenia 1.329 cc

 

Suzuki

Ignis 1.197 cc

S-Presso 998 cc

 

Honda

Brio 1.199 cc

 

Kia

Picanto 1.248 cc

Seltos bensin 1.353 cc

Rio 1.348 cc

 

Wuling

Formo S 1.206 cc

 

Nissan

Kicks e-Power 1.198 cc Magnite 999 cc

 

Mercedes-Benz

A-Class 1.332 cc

CLA 1.332 cc

GLB 1.332 cc

 

DFSK

Super Cab diesel 1.300 cc

 

Peugeot

2008 1.199 cc

 

Volkswagen

Tiguan 1.398 cc

Polo 1.197 cc

T-Cross 999 cc

 

Tata

Ace EX2 702 cc

 

Renault

Kiger 999 cc

Triber 999 cc

 

Audi

Q3 1.395 cc

 

Apa yang Harus Dilakukan?

Cek kendaraan Anda. Pastikan kendaraan Anda tidak termasuk dalam kriteria yang dilarang.

Gunakan BBM non-subsidi. Jika kendaraan Anda termasuk dalam daftar yang dilarang, Anda bisa menggunakan Pertamax atau BBM non-subsidi lainnya.

Patuhi aturan. Mari kita dukung kebijakan pemerintah untuk penggunaan BBM bersubsidi yang lebih tepat sasaran.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat mengunjungi situs web resmi Pertamina atau mengunduh aplikasi MyPertamina.

 

Ingat!

Melanggar aturan ini dapat dikenakan sanksi. Jadi, pastikan Anda sudah mengetahui dan mematuhi kebijakan terbaru ini.