Kapolres menjelaskan, sejumlah potensi kerawanan yang menjadi perhatian antara lain meningkatnya aktivitas jual beli (pasar bedug) di sore hari yang kerap memanfaatkan bahu jalan, sehingga berpotensi menimbulkan kemacetan dan kecelakaan.
Selain itu, aktivitas masyarakat setelah shalat tarawih yang mencari tempat berkumpul dan bersantai juga dinilai rawan memicu perkelahian, balap liar, hingga konflik antar kelompok.
Kerawanan yang sering muncul di antaranya perkelahian antar kelompok dan balap liar. Semua itu menjadi fokus antisipasi kami,โ jelasnya.
Untuk menjaga situasi tetap kondusif, Polres Tanjab Timur bersama TNI dan pemerintah daerah akan melaksanakan patroli gabungan secara rutin di titik-titik rawan dan pada jam-jam rawan, mulai dari awal Ramadhan hingga perayaan Idul Fitri.
Eksplorasi konten lain dari CMI News
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.













