PEMALANG – Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro, mengambil langkah konkret dalam mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat di wilayahnya. Ia menetapkan setiap Jumat pagi sebagai waktu khusus untuk Gerakan Jumat Bersih Resik Kali, sebuah inisiatif yang memprioritaskan kegiatan bersih-bersih dan menunda seluruh agenda rapat, koordinasi, maupun audiensi.
Pada Jumat (23/5/2025) lalu, Bupati Anom tak segan turun langsung memimpin pembersihan kali/saluran sekunder di sebelah timur Kantor Kelurahan Mulyoharjo. Aksi ini menjadi teladan nyata bagi seluruh elemen masyarakat, termasuk para Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang baru saja dikukuhkan.

“Jadi, setiap hari Jumat pagi kegiatannya adalah bersih-bersih, tidak ada rapat, tidak ada rakor, dan tidak ada audiensi,” tegas Anom, menunjukkan komitmen kuat pemerintah daerah terhadap gerakan ini.
Menerjunkan CPNS, Menanamkan Semangat Kerja Bakti
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Anom secara khusus berpesan kepada para CPNS pria yang dilibatkan dalam kegiatan bersih-bersih kali. Ia menekankan pentingnya tidak alergi terhadap kerja bakti, mengingat hal tersebut adalah bagian integral dari tugas sehari-hari seorang abdi negara. Pesan ini bukan hanya ajakan, melainkan juga penanaman nilai-nilai pengabdian dan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini bagi para calon punggawa pemerintahan.
Kolaborasi dan Keberlanjutan Kunci Lingkungan Bersih
Gerakan Jumat Bersih ini tidak hanya terpusat di satu lokasi. Bupati Anom menjelaskan bahwa kegiatan bersih-bersih juga dilakukan di beberapa titik lain seperti dekat terminal induk dan di berbagai tempat yang secara menyebar dikoordinasi oleh dinas-dinas terkait. Kehadiran Wakil Bupati Pemalang Nurkholes, Asisten Sekda Pemerintahan dan Kesra Tutuko Raharjo, Kepala Satpol PP Achmad Hidayat, dan Kepala BKD Eko Adi Santoso, serta partisipasi aktif warga sekitar, menunjukkan semangat kolaborasi yang kuat dalam mewujudkan Pemalang yang bersih.
Anom Widiyantoro berharap, kegiatan bersih-bersih ini menjadi awal dari upaya berkelanjutan untuk menjadikan Pemalang “resik, hijau, dan apik.” Ia optimis bahwa dengan kebersamaan dan konsistensi, lingkungan Pemalang akan lebih cepat rapi dan bersih.
“Mari menjaga lingkungan tetap bersih dan kalau kita bareng-bareng setiap hari Jumat, lebih guyub, rukun dan lebih menyenangkan,” ajak Bupati Anom, menutup pesannya dengan semangat kebersamaan.
Apakah gerakan “Jumat Bersih Resik Kali” ini akan menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk menerapkan inisiatif serupa dalam menjaga kebersihan lingkungan?


















