“Sekarang kondisinya berbeda. Kami kehilangan banyak pemain, jadi kami harus beradaptasi agar tim tetap kompetitif,” tambahnya.
Ia juga menepis anggapan bahwa perubahan formasi dilakukan karena tekanan dari luar. Menurut Amorim, keputusan taktik yang didasari opini eksternal justru berbahaya bagi stabilitas tim.
“Ini bukan karena tekanan media atau fans. Jika saya mengubah sistem hanya karena suara dari luar, pemain akan berpikir saya tidak konsisten. Dan bagi seorang manajer, itu bisa menjadi akhir,” tegasnya.
Eksplorasi konten lain dari CMI News
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.













