Ia juga mendorong para siswa untuk mengurangi penggunaan plastik, seperti membawa wadah makanan sendiri ke sekolah. “Langkah kecil seperti ini akan berdampak besar dalam mengurangi sampah plastik,” jelasnya. Tak hanya itu, Wiji memperkenalkan cara membuat kompos dari sampah organik, seperti daun atau sisa makanan, yang dapat digunakan sebagai pupuk alami.
Edukasi lingkungan ini disambut antusias oleh siswa. Mereka diajarkan pentingnya kebersihan melalui kegiatan piket kelas serta pemahaman lebih mendalam tentang jenis-jenis sampah. Dalam sesi praktik, Wiji memberikan contoh kreatif mendaur ulang sampah, seperti memanfaatkan galon bekas menjadi pot tanaman atau tempat sampah.












