Pemalang – Suasana duka menyelimuti Kabupaten Pemalang pada Hari Raya Idulfitri 1446 H, menyusul musibah pohon tumbang yang terjadi saat pelaksanaan Shalat Ied di Alun-alun Pemalang, Senin (31/3/2025). Insiden tragis ini menyebabkan tiga warga meninggal dunia dan sejumlah lainnya mengalami luka-luka.
Sebagai bentuk empati dan tanggung jawab moral, Bupati Pemalang Anom Widiyantoro bersama Wakil Bupati Nurkholes ikut hadir langsung dalam prosesi pemakaman korban. Mulai dari rumah duka hingga ke Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pagaran dan TPU Bojongbata, Bupati Anom turut mengantar jenazah dengan penuh kesedihan.
“Kami sangat berduka cita atas musibah ini. Tiga warga kita meninggal saat hendak melaksanakan ibadah. Ini luka yang dalam bagi kita semua,” ujar Bupati Anom di sela prosesi pemakaman.
Selain menunjukkan kehadiran secara langsung, Bupati Anom juga menyerahkan santunan kepada keluarga korban meninggal dunia. Untuk para korban yang mengalami luka-luka, seluruh biaya perawatan ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten Pemalang.
“Sampai sore ini, korban meninggal dunia ada tiga orang. Insya Allah, tidak ada tambahan lagi. Kami terus berkoordinasi agar semua korban tertangani dengan baik,” tambahnya.
Dalam pemakaman tersebut, tampak pula sejumlah pejabat daerah dan kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) turut hadir memberikan penghormatan terakhir. Suasana haru menyelimuti pemakaman, memperlihatkan solidaritas dan rasa kemanusiaan yang tinggi dari jajaran pemerintah daerah.
Tragedi ini menjadi momentum bagi seluruh pihak untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana di ruang publik. Bupati Anom menegaskan bahwa pihaknya akan segera melakukan evaluasi terhadap kondisi pepohonan dan fasilitas publik di seluruh wilayah Pemalang, guna mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.













