JAKARTA – Masuknya ular ke pemukiman warga menjadi ancaman nyata, terutama saat musim hujan atau masa menetas telur ular. Minimnya pengetahuan warga mengenai tanda-tanda kehadiran reptil ini sering kali berujung pada pertemuan mendadak yang membahayakan.

Guna meningkatkan kewaspadaan, para ahli konservasi reptil mengingatkan masyarakat untuk mengenali delapan sinyal alam yang menunjukkan adanya ular yang bersembunyi di area rumah.

Tanda-Tanda Utama Kehadiran Ular

Berdasarkan data yang dihimpun dari berbagai sumber keamanan lingkungan, berikut adalah delapan tanda yang harus diwaspadai:

  1. Ditemukan Kulit Ular (Molt): Ular yang sedang tumbuh akan meninggalkan selongsong kulit kering di area lembap atau tersembunyi.

  2. Suara Gesekan Misterius: Terdengar suara seperti kertas diseret di plafon, dinding partisi, atau bawah lantai kayu, terutama pada malam hari.

  3. Jejak Lintasan Melata: Adanya pola garis meliuk-liuk (zig-zag) di area berdebu atau tanah yang becek.

  4. Kotoran yang Tidak Biasa: Kotoran ular berbentuk lonjong berwarna gelap dengan bercak putih di ujungnya, sering kali berisi sisa bulu atau tulang kecil.

  5. Hilangnya Tikus Secara Drastis: Jika populasi tikus di rumah tiba-tiba lenyap tanpa dipasang jebakan, kemungkinan besar ada predator alami yang memangsa mereka.

  6. Bau Amis yang Tajam: Beberapa jenis ular mengeluarkan aroma amis yang menyengat atau bau seperti mentimun busuk di ruang tertutup.

  7. Reaksi Hewan Peliharaan: Anjing atau kucing yang terus-menerus mengendus dan menggonggong ke arah satu titik tertentu di bawah lemari atau tumpukan barang.

  8. Gangguan pada Burung: Burung-burung liar di halaman yang tiba-tiba terbang menjauh secara serentak atau mengeluarkan suara peringatan bahaya (alarm call).

Pakar menyarankan agar masyarakat tidak mencoba menangkap atau membunuh ular secara mandiri jika tidak memiliki keahlian khusus. Tindakan gegabah dapat memicu serangan balik dari ular yang merasa terpojok.

“Segera bersihkan tumpukan barang bekas dan potong rumput yang sudah tinggi untuk menghilangkan tempat bersembunyi ular,” ujar salah satu instruktur evakuasi reptil. Jika tanda-tanda di atas ditemukan, warga diimbau segera menghubungi petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) atau tim Snake Rescue setempat untuk proses evakuasi yang aman dan profesional.


Catatan Redaksi: Berita ini disusun sebagai edukasi publik. Pastikan lingkungan rumah selalu bersih dan terang untuk meminimalisir risiko masuknya hewan liar.