Scroll untuk baca artikel
banner
banner
banner
BudayaSolo

24 Jam Menari 2025: Semarak “Land of Thousand Kingdoms” di ISI Solo

×

24 Jam Menari 2025: Semarak “Land of Thousand Kingdoms” di ISI Solo

Sebarkan artikel ini
24 Jam Menari 2025: Semarak "Land of Thousand Kingdoms" di ISI Solo
24 Jam Menari 2025: Semarak "Land of Thousand Kingdoms" di ISI Solo (foto: CMI/Pramudya arif anggara)

Solo, CMI News – Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta kembali membuktikan diri sebagai epicentrum perayaan Hari Tari Sedunia di Indonesia melalui gelaran akbar “24 Jam Menari” yang ke-19. Acara tahunan yang dinanti-nantikan ini sukses memukau ribuan penonton selama 24 jam penuh, mulai dari pukul 06.00 WIB pada 29 April hingga 06.00 WIB pada 30 April 2025. Mengusung tema “Land of Thousand Kingdoms”, perhelatan kali ini menghadirkan representasi kekayaan dan perkembangan kebudayaan Indonesia sejak era kerajaan-kerajaan Nusantara.

[irp posts=”19543″ ]

Pendhapa GPH Djojokusumo menjadi saksi bisu pembukaan resmi acara yang ditandai dengan pemukulan gong, menggema sebagai pertanda dimulainya maraton pertunjukan tari yang luar biasa. Sorotan utama tertuju pada tujuh penari terpilih yang secara bergantian memimpin jalannya acara selama 24 jam tanpa henti. Mereka adalah Deri Al Badri (Bandung, Jawa Barat) dengan keluwesan geraknya, Eka Lutfi Febriyanton (Yogyakarta) yang penuh ekspresi, Puri Senjani (Surabaya) dengan enerjinya yang memikat, Paimin (Boyolali) yang sarat akan tradisi, Chrisnar Bagas Pamungkas (Solo) yang memukau publik tuan rumah, Rahmad Hidayah (Yogyakarta) dengan interpretasi kontemporernya, dan Reni Wiritanaya (Banyuwangi) yang membawa kekayaan budaya ujung timur Jawa.

Dinamika gerak para penari ini semakin hidup dengan alunan musik yang juga dimainkan secara non-stop selama 24 jam oleh dua pemusik handal, Ryan Ajayanto dan Ari Sumarsono. Kolaborasi yang tak kenal lelah antara penari dan pemusik ini menciptakan pengalaman seni yang imersif bagi para penonton yang hadir silih berganti.

Namun, kemeriahan “24 Jam Menari” tidak hanya terpusat pada tujuh penari utama. Lebih dari 1.500 penari dari berbagai sanggar tari di penjuru Indonesia, bahkan mancanegara, turut ambil bagian dalam perayaan ini. Puluhan sanggar tampil secara bergantian di berbagai venue di lingkungan ISI Surakarta, meliputi Pendhapa GPH Djojokusumo, Teater Besar, Teater Kecil, dan Teater Kapal. Ragam tarian tradisional yang anggun hingga karya tari kontemporer yang inovatif membanjiri panggung, menunjukkan betapa dinamisnya perkembangan seni tari di Indonesia.

Ketua Umum 24 Jam Menari ISI Solo 2025, RM Pramutomo, dalam keterangannya menyampaikan rasa bangga atas terselenggaranya acara yang telah memasuki tahun ke-19 ini. Ia menekankan bahwa tema “Land of Thousand Kingdoms” dipilih untuk mengingatkan kembali akan akar budaya bangsa yang kaya dan beragam, yang menjadi landasan bagi perkembangan seni tari saat ini.

Senada dengan hal tersebut, Rektor ISI Surakarta, I Nyoman Sukerna, menegaskan bahwa “24 Jam Menari” bukan sekadar hiburan semata, melainkan sebuah upaya konkret dalam melestarikan “budaya tubuh” yang diwariskan secara turun-temurun. Beliau juga menyoroti bagaimana kerajaan-kerajaan di Nusantara pada masanya menjadi patron penting bagi perkembangan budaya, yang kini semangatnya bertransformasi menjadi “kerajaan” kreativitas dalam diri setiap insan seni.

Dengan dukungan sekitar 1.000 panitia penyelenggara yang bekerja keras di balik layar, “24 Jam Menari” 2025 berjalan sukses dan lancar. ISI Surakarta berharap, melalui kegiatan monumental ini, kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian seni tari dan budaya Indonesia semakin meningkat.

Lebih jauh lagi, acara ini diharapkan dapat semakin memperkuat posisi Solo sebagai pusat perayaan Hari Tari Sedunia yang diakui secara nasional maupun internasional. Semangat “Land of Thousand Kingdoms” dalam setiap gerak dan irama telah sukses membius para penonton dan meninggalkan kesan mendalam akan kekayaan warisan budaya Indonesia.


Eksplorasi konten lain dari CMI News

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.





















banner
error:

Verified by MonsterInsights