“Bantuan ini diharapkan dapat memberikan manfaat langsung dan membawa keberkahan bagi anak yatim piatu serta lansia yang membutuhkan perhatian sosial,” ujar Arief dalam sambutannya.
Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro, selaku Kuasa Pemilik Modal (KPM), memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif ini. Menurutnya, peran BUMD tidak boleh berhenti pada pelayanan teknis seperti air bersih saja, tetapi juga harus menyentuh sisi kemanusiaan.
“Kepedulian sosial seperti yang ditunjukkan Perumda Tirta Mulia sangat penting untuk memperkuat ikatan sosial. Saya juga berterima kasih kepada BUMD dan ormas yang aktif membantu masyarakat terdampak bencana di wilayah selatan Pemalang,” tutur Bupati Anom.
Secara rinci, santunan untuk 300 anak yatim tersebut dialokasikan ke berbagai titik strategis, di antaranya: Wilayah Mata Air (160 Anak): Meliputi unit Moga, Suci, Keituk, Sumur Waduk, Telaga Gede, Kemiri Sadang, Santen, Cipete, hingga Bulakan, dan Wilayah Lingkungan Pelayanan (140 Anak): Mencakup Area Pemalang (70 anak), Randudongkal, Moga, Pulosari, Warungpring, Taman, dan Petarukan.
Kegiatan yang berlangsung di kantor Perumda Tirta Mulia ini ditutup dengan tausiyah Ramadan yang disampaikan oleh KH. Nahdudin Toshim Hanafi. Dalam kultumnya, beliau menekankan pentingnya nilai-nilai kepedulian sosial sebagai esensi ibadah di bulan suci. Acara diakhiri dengan doa bersama dan buka puasa bersama seluruh tamu undangan.



















