TURIN – Juventus kini berada dalam situasi darurat di lini depan. Cedera yang menimpa mesin gol utama mereka, Dusan Vlahovic, meninggalkan lubang besar dalam skema serangan Thiago Motta. Di tengah kebuntuan tersebut, radar transfer Bianconeri tertuju ke Santiago Bernabeu untuk membidik sosok penyerang muda berbakat, Gonzalo Garcia.

Pahlawan Madrid di Piala Dunia Antarklub

Nama Gonzalo Garcia mendadak jadi buah bibir dunia setelah penampilan heroiknya di Piala Dunia Antarklub 2025 musim panas lalu. Saat itu, Real Madrid kehilangan Kylian Mbappe karena cedera. Garcia, yang naik kelas dari tim Castilla, bukan hanya sekadar menjadi pelapis, ia menjelma menjadi “senjata rahasia”.

Pemain berusia 21 tahun ini mencetak gol-gol krusial, termasuk sundulan penentu yang menyingkirkan Juventus di babak 16 besar turnamen tersebut. Berkat performa tajamnya, ia dijuluki sebagai “The Next Raul Gonzalez“ karena ketenangannya di depan gawang.

Ironi Sang Pewaris Nomor 9

Meski sempat dipromosikan secara permanen ke tim utama dan dipercaya mengenakan nomor punggung 9 peninggalan legenda, realita di Madrid ternyata cukup pahit bagi Garcia. Dengan kembalinya Mbappe dan moncernya barisan depan Los Blancos di bawah asuhan Xabi Alonso, menit bermain Garcia musim ini sangat terbatas.

Kurangnya jam terbang ini menjadi celah yang ingin dimanfaatkan Juventus. Opsi peminjaman di bulan Januari dianggap sebagai solusi ideal bagi kedua pihak:

  • Juventus: Mendapatkan striker tajam dengan profil internasional untuk menggantikan Vlahovic tanpa komitmen finansial jangka panjang.

  • Real Madrid: Memastikan aset masa depan mereka terus berkembang melalui menit bermain reguler di liga kompetitif.

Adu Sikut dengan Duo Jerman

Namun, jalan Juventus menuju kesepakatan dipastikan tidak mulus. Menurut laporan Tuttojuve, dua klub Bundesliga, Eintracht Frankfurt dan VfB Stuttgart, juga sudah menyatakan ketertarikannya.

Kedua klub Jerman tersebut dikenal sebagai pelabuhan favorit bagi pemain muda Madrid yang ingin “meledak” kembali, meniru kesuksesan para pendahulu mereka. Juventus kini harus bergerak cepat meyakinkan Garcia bahwa Turin adalah tempat terbaik untuk membuktikan bahwa performanya di Piala Dunia Antarklub bukanlah sebuah kebetulan.