Namun, saat mereka sedang melakukan pengambilan gambar untuk visual pemberitaan, mereka dihalangi oleh pegawai petugas RSUD.
“Ambil gambar di RSUD Ashari Pemalang ribetnya melebihi ketemu presiden, padahal hanya untuk melengkapi gambar.” tutur Muhtarom menyadur dari Puskapik.com.
“Kami juga paham mana ruang yang boleh diambil video dan mana yang tidak boleh. Jadi kami itu cuma mau ambil video suasana rumah sakit, misalnya lorong rumah sakit,” imbuhnya.
Padahal, sebelum meliput di RSUD Pemalang kedua wartawan tersebut telah menempuh prosedur izin peliputan dan menunjukan id card. Namun tetap dikarang meliput dan mengambil gambar.













