“Memang benar yang bersangkutan pernah menjadi guru baru di Nurul Huda, tetapi saat ini inisial ( A ) Sudah kami berhentikan.Kejadian itu juga bukan terjadi di lingkungan pondok atau sekolah, melainkan di wilayah tempat tinggalnya jadi tidak ada sangkut pautnya dengan yayasan kami Maka hal tersebut bukan tanggung jawab kami,” jelas Khotibul Umam.
Peristiwa pengambilan sayuran itu sendiri terjadi di tempat tinggalnya di salah satu desa di Kecamatan Warungpring, yang lokasinya jauh dari sekolah milik yayasan. Dari kronologi kejadian, oknum tersebut mengambil sayuran milik pedagang dan aksinya sempat direkam, sebelum akhirnya tersebar luas hingga viral di media sosial.













