Scroll untuk baca artikel
banner
banner
banner
Berita

Utang Global Pecah Rekor: Tembus Rp 5.639 Kuadriliun, Ada Apa di Baliknya?

×

Utang Global Pecah Rekor: Tembus Rp 5.639 Kuadriliun, Ada Apa di Baliknya?

Sebarkan artikel ini

Tekanan di Pasar Negara Berkembang

Bagi pasar berkembang, tantangan semakin berat. IIF memperkirakan hampir US$ 3,2 triliun obligasi dan pinjaman jatuh tempo pada sisa 2025. Kondisi ini berpotensi menimbulkan risiko likuiditas, terutama bagi negara yang bergantung pada pembiayaan eksternal.

Di sisi lain, pasar juga mulai khawatir dengan fenomena “bond vigilante”—yakni investor yang memilih menjual obligasi negara-negara dengan kondisi fiskal rapuh, sehingga memperburuk tekanan pasar.

Utang AS Jadi Sorotan

Amerika Serikat mendapat perhatian khusus dalam laporan IIF. Sekitar 20% utang AS berbentuk pinjaman jangka pendek, sementara 80% penerbitan obligasi pemerintah terjadi di segmen yang sama. Ketergantungan pada pembiayaan jangka pendek ini dinilai berisiko, karena dapat menimbulkan tekanan politik terhadap bank sentral agar mempertahankan suku bunga rendah. Jika terjadi, independensi kebijakan moneter bisa terganggu.

























banner
error:
Verified by MonsterInsights