Salah satu siswa yang selamat menceritakan bahwa mereka awalnya bermain melawan ombak dengan menggunakan buggy boat.
“Mereka berhasil melawan empat ombak, namun pada ombak kelima mereka terseret. Hafid sempat meminta bantuan dan berteriak ‘tolong’. Sidqi berhasil diselamatkan dan dibawa ke darat, namun Hafid belum ditemukan,” ungkap Hilman.
Upaya Penyelamatan:
Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI AL, dan Potbakomdagas Kabupaten Pangandaran melakukan pencarian selama beberapa jam. Jasad Hafid ditemukan di pesisir pantai Pangandaran, sekitar 200 meter dari lokasi kejadian.
Kasat Polairud Polres Pangandaran Iptu Anang Tri mengatakan kondisi ombak saat kejadian memang sedang tinggi dengan ketinggian 2 hingga 3 meter, meskipun cuaca cerah.
Ia mengimbau para wisatawan untuk selalu berhati-hati dan memperhatikan tanda-tanda rambu-rambu yang disediakan petugas agar kejadian serupa tidak terulang. “Karena yang selama ini terseret ombak karena berenang terlalu tengah, kondisi ombak sedang tinggi dan berenang di area terlarang,” ucapnya.
Pelajaran Berharga:
Tragedi ini menjadi pengingat bagi semua pihak untuk selalu waspada dan berhati-hati saat beraktivitas di pantai, terutama saat cuaca yang tidak bersahabat. Orang tua dan pihak sekolah juga perlu memberikan edukasi dan pengawasan kepada anak-anak tentang bahaya berenang di laut
















