BATANG — Ekosistem seni dan budaya di Kabupaten Batang terus berupaya mencari ruang untuk bertumbuh. Dalam forum penyerapan aspirasi yang berlangsung hangat pada Jumat (4/9/2026), Anggota DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah X, Rizal Bawazier, menemui jajaran pengurus dan anggota Paguyuban Anak Musik Batang serta Kelompok Teater Kabupaten Batang.

Pertemuan tersebut menjadi wadah dialog interaktif antara legislator pusat dengan para pelaku seni lokal yang selama ini menjadi garda depan pemeliharaan kreativitas daerah.

Dalam diskusi tersebut, para seniman menyampaikan sejumlah tantangan mendasar yang masih mengganjal perkembangan industri kreatif di Batang. Beberapa poin utama yang menjadi perhatian meliputi: Belum optimalnya fasilitas publik maupun gedung kesenian yang dapat diakses secara memadai untuk kegiatan latihan harian hingga pementasan skala besar, Diperlukannya panggung berkala serta program pelatihan terstruktur agar potensi talenta muda Batang dapat terasah secara profesional dan berkelanjutan dan Pentingnya dukungan jejaring agar karya-karya seniman daerah tidak hanya tertahan di level lokal, melainkan mampu menjangkau penonton tingkat nasional.

Perwakilan paguyuban musik menekankan bahwa tanpa adanya wadah karya yang konsisten, talenta-talenta muda berbakat berisiko kehilangan arah pembinaan.

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Rizal Bawazier menegaskan komitmennya untuk mengawal aspirasi para pegiat seni Batang. Ia menyatakan pentingnya membangun kolaborasi erat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta komunitas kreatif di lapangan.

“Potensi kesenian daerah seperti musik dan teater memiliki peran strategis dalam membangun karakter generasi muda sekaligus menggerakkan ekonomi kreatif berbasis komunitas,” ujar Rizal.

Rizal menutup pertemuan dengan berjanji akan membawa poin-poin aspirasi tersebut ke agenda koordinasi dengan pihak-pihak terkait guna mendorong terciptanya ekosistem seni yang lebih ramah dan berkelanjutan di Kabupaten Batang.