“Asetnya ada, tanah-tanahnya ada. Tapi pada saat gagal bayar dan nasabah ingin meminta tagihan (mencairkan dana), mereka justru disuruh mengambil tanah-tanah tersebut. Padahal lokasinya jauh-jauh, harganya tidak jelas, dan kita tidak tahu kapan bisa laku dijual. Jadi, BMT-BMT ini bukannya tidak punya harta, mereka hanya tidak punya cash,” ujar Rizal dengan tegas, dilansir dari video unggahan akun pribadinya @rizal.bawazier, Kamis (15/7/2026).
Sebagai wakil rakyat yang terus menerima aduan langsung dari konstituennya di Pekalongan, Rizal meminta jajaran ahli di Kementerian Koperasi untuk memformulasikan skema konversi atau likuidasi aset yang cepat, aman, dan berpihak pada nasabah.
Langkah taktis dari kementerian sangat dinantikan guna menjembatani pencairan aset non-tunai milik BMT menjadi dana segar, sehingga hak-hak finansial masyarakat dapat segera terselamatkan.











