
PEMALANG — Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin meminta seluruh satuan pendidikan untuk melakukan evaluasi mendalam pasca-insiden perundungan yang menimpa salah seorang siswa di SD Negeri 1 Kebondalem, Kecamatan Pemalang. Penegasan tersebut disampaikan Taj Yasin saat melawat ke rumah duka keluarga korban bersama Plt Bupati Pemalang Nurkholes, Selasa (20/10/2026).
Taj Yasin menilai, penanganan terhadap tindakan perundungan di lingkungan sekolah harus dilakukan secara cepat, tegas, dan transparan. Kasus ini diharapkan menjadi momentum perbaikan menyeluruh bagi dunia pendidikan, khususnya terkait pola hubungan antara pihak sekolah dan orang tua murid.
“Ini menjadi pelajaran bagi kita semua, terutama sekolah-sekolah negeri, agar ke depan terjalin komunikasi yang baik antara pihak sekolah dan orang tua murid,” ujar Taj Yasin.
Dalam dialog bersama keluarga korban, Wagub menerima masukan terkait pentingnya keterbukaan informasi dan koordinasi instansional selama proses hukum dan penanganan kasus berjalan. Keluarga korban menyampaikan harapan agar seluruh tahapan—termasuk hasil autopsi dan penelusuran fakta di lapangan—dapat disampaikan secara objektif.
Taj Yasin menyampaikan apresiasi atas keteguhan sikap keluarga korban yang tetap mengedepankan jalur transparansi dan kooperatif. Ia berharap sinergi antara aparat penegak hukum, dinas pendidikan, serta pihak sekolah dapat memastikan penuntasan kasus secara adil sekaligus memperkuat jaminan keselamatan peserta didik di sekolah.








